Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Hubungan Disfungsi Keluarga dengan Ide Bunuh Diri Siswa SMA di Jakarta Timur

Bunuh diri merupakan salah satu masalah kesehatan global yang serius dan sering diawali dengan munculnya ide bunuh diri. Beberapa faktor dapat memengaruhi timbulnya ide bunuh diri, salah satunya adalah keberfungsian keluarga. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa disfungsi keluarga berhubungan dengan perasaan terisolasi yang dapat meningkatkan keinginan bunuh diri pada remaja. Selain itu, siswa SMA cenderung memiliki tingkat stres harian yang tinggi, sehingga lebih rentan terhadap risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara disfungsi keluarga dan ide bunuh diri pada siswa SMA di Jakarta Timur yang memiliki permasalahan keluarga, seperti perceraian atau kehilangan salah satu orang tua. Sebanyak 111 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner daring yang terdiri atas Family Assessment Device (FAD) untuk mengukur disfungsi keluarga dan Suicidal Ideation Questionnaire Junior (SIQ-Jr) untuk mengukur ide bunuh diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional serta analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfungsi keluarga berhubungan positif secara signifikan dengan ide bunuh diri (p = 0,00 < 0,005) dengan nilai korelasi r = 0,687 yang menunjukkan hubungan kuat. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat disfungsi keluarga, maka semakin tinggi pula tingkat ide bunuh diri pada siswa, dan sebaliknya. Semakin rendah disfungsi keluarga pada individu maka semakin rendah juga ide bunuh diri individu.

Kata Kunci: Disfungsi Keluarga, Ide Bunuh Diri, Siswa SMA
Daftar Pustaka: 131 (1975-2025)
Anisa Safira - Personal Name
123107093 - Anisa Safira
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...