Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Perbedaan Burnout Pada Terapis Okupasi Pria dan Wanita

Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang umum dialami tenaga kesehatan, termasuk terapis okupasi. Faktor jenis kelamin diduga memengaruhi tingkat burnout, meskipun temuan penelitian sebelumnya masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat burnout antara terapis okupasi pria dan wanita berdasarkan teori Maslach yang mencakup tiga dimensi, yaitu: kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi. Metode dari penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif, dengan melibatkan 137 responden terapis okupasi (64 pria dan 73 wanita) yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan merupakan “Maslach Burnout Inventory” (MBI) yang sudah diadaptasi dan disesuaikan ke Bahasa Indonesia, dengan reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,972. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita mengalami tingkat burnout yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan pria (p = 0,000), dengan 93,2% wanita dapat dimasukkan ke dalam kategori burnout tinggi, sementara 98,4% dari pria dapat dimasukkan ke dalam kategori burnout rendah. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan burnout berdasarkan jenis kelamin, di mana terapis okupasi wanita lebih rentan mengalami burnout. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang mempertimbangkan faktor gender, seperti pelatihan manajemen stres dan peningkatan dukungan sosial di lingkungan kerja.

Kata kunci: Burnout, Terapis Okupasi, Jenis Kelamin.
Daftar pustaka: 73 referensi, 1985-2024
Fildzah Syahri Izzati - Personal Name
123107076 - Fildzah Syahri Izzati
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...