Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Hubungan Antara Kesepian Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa di JABODETABEK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa usia 18–26 tahun di wilayah Jabodetabek. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dan desain korelasional, dengan melibatkan sebanyak 423 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala UCLA Loneliness dan Ryff Psychological Well-Being (PWB), dengan proses reversal coding pada item terbalik untuk memastikan validitas data. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang lemah namun signifikan antara kesepian dan kesejahteraan psikologis, dengan nilai koefisien ρ = 0,222 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis yang dimilikinya. Mayoritas mahasiswa berada dalam kategori sedang pada kedua variabel, dengan dimensi Positive Relations with Others dan Depression menunjukkan konsistensi kerentanan terhadap keterhubungan sosial. Meskipun demikian, dimensi lain seperti Personal Growth, Autonomy, dan Purpose in Life berada pada kategori sedang hingga tinggi. Hasil ini memperkuat teori kesejahteraan psikologis Ryff bahwa aspek-aspek non-sosial juga berperan penting dalam pembentukan kesejahteraan individu. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang lebih dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya dari aspek sosial, tetapi juga dari sisi refleksi dan pengembangan diri.

Kata kunci: kesepian, kesejahteraan psikologis, mahasiswa, korelasi,
121207031 - Chyntiada Lasna Putri Haryanto
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
149 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...