Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pengalaman Psikologis Self-Resilience Pada Perempuan Yang Mengalami Diskriminasi Gender Oleh Perempuan Patriarki

Diskriminasi gender yang berakar dari budaya patriarki sering dialami oleh perempuan, bahkan oleh sesama perempuan yang menginternalisasi budaya tersebut. Pengalaman berulang ini mendorong perempuan untuk beradaptasi, berjuang, dan bangkit, yang dikenal sebagai resiliensi diri. Resiliensi diri terbentuk dari beberapa aspek, yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, analisa kausal, empati, efikasi diri, dan reaching-out (Reivich & Shatte, 2002, dalam Nashor & Saputro, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman psikologis self-resilience pada perempuan yang mengalami diskriminasi gender oleh perempuan patriarki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan lima perempuan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima responden menyadari diskriminasi yang mereka alami dan memprosesnya dengan regulasi emosi (diam dan tenang). Mereka juga menunjukkan optimisme pada pencapaian diri dan empati terhadap korban lain. Meskipun tidak semua responden telah mencapai tujuannya, mereka terus berjuang dan menunjukkan resiliensi yang kuat.

Kata kunci: Self-resilience, diskriminasi gender, perempuan, patriarki, perempuan patriarki
121107007 - Bonaventura Kharibas Rumampuk
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
314 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...