Menjalin Kembali Kehidupan: Resiliensi Istri Dalam Menghadapi Poligami Siri Tanpa Persetujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman istri pertama dalam membangun resiliensi setelah mengetahui suaminya melakukan poligami siri tanpa persetujuan, yang menimbulkan trauma psikologis mendalam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian naratif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seorang narasumber utama dan divalidasi melalui triangulasi sumber dari tiga informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses resiliensi narasumber berlangsung dinamis. Diawali dengan fase kesulitan (adversity) yang ditandai oleh trauma pengkhianatan dan disrupsi emosional, narasumber kemudian membangun sistem adaptif melalui coping religius, dukungan sosial terbatas namun bermakna, dan aktivitas personal. Faktor pelindung seperti spiritualitas yang kuat dan ekspresi diri melalui tulisan menjadi penopang utama. Pada akhirnya, narasumber menunjukkan adanya pertumbuhan pasca-trauma (post-traumatic growth), di mana ia berhasil merekonstruksi makna hidup dan menemukan otonomi diri. Disimpulkan bahwa resiliensi bukanlah kondisi kembali seperti semula, melainkan sebuah proses berkelanjutan dalam menjalin kembali kehidupan dengan identitas dan makna yang baru.
Kata Kunci : resiliensi, poligami siri, istri pertama, trauma relasional, psikologi naratif.
Kata Kunci : resiliensi, poligami siri, istri pertama, trauma relasional, psikologi naratif.
Rasya Nafila - Personal Name
121107004 - Rasya Nafila
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
114 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...