Self Regulated Learning Sebagai Prediktor Terhadap Kemampuan Menghapal Al Qur'an Pada Mahasantri STIQ di Pesantrean Terpadu Al Multazam Kuningan
Menghafal Al Qur’an merupakan proses kompleks yang menuntut kemampuan kognitif, emosional, dan regulasi diri yang tinggi. Program tahfidz 30 juz di STIQ Pesantren Terpadu Al Multazam menargetkan hafalan tuntas dalam tiga tahun, namun santri kerap menghadapi tantangan seperti tekanan target capaian dan tanggung jawab tambahan. Self Regulated Learning menjadi kunci penting dalam mengelola proses belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Self Regulated Learning menjadi prediktor terhadap kemampuan menghafal Al Qur’an. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional kausal. Sampel berjumlah 188 mahasantri STIQ semester akhir yang dipilih melalui total sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala AASRL dan data capaian hafalan. Analisis dilakukan melalui uji regresi sederhana. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Self Regulated Learning memiliki prediktor positif yang signifikan terhadap kemampuan menghafal Al Qur’an, dengan nilai R Square sebesar 0,393. Artinya, 39,3% variasi kemampuan menghafal dapat dijelaskan oleh Self Regulated Learning, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai F hitung sebesar 120,604 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05) mengindikasikan bahwa model regresi signifikan secara statistik. Dengan demikian, Self Regulated Learning terbukti menjadi prediktor yang signifikan terhadap keberhasilan hafalan Al Qur’an pada mahasantri STIQ Al Multazam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan Self Regulated Learning dalam program tahfidz dan mendorong penelitian lanjutan dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi
Ratih Aryani - Personal Name
121207007 - Ratih Aryani
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
93 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...