Penerapan Norma Global dan Kolaborasi Penta-Helix dalam Penanganan Bencana Non-Alam: Studi Kasus Tragedi Kanjuruhan dalam Perspektif Hubungan Internasional (2022-2024)
Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 tidak hanya dipandang sebagai isu domestik, tetapi juga menjadi persoalan transnasional yang menyentuh dimensi hak asasi manusia, akuntabilitas publik, dan keselamatan warga sipil, sehingga memicu perhatian luas komunitas internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan norma global dalam penanganan tragedi tersebut melalui pendekatan kualitatif studi kasus dengan kerangka kolaborasi Penta-Helix, yang mencakup peran pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat sipil, dan media. Data penelitian diperoleh dari literatur akademik, dokumen resmi, serta pemberitaan media, kemudian dianalisis menggunakan teori siklus hidup norma, difusi norma, lokalisasi norma, dan legitimasi norma. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan (norm gap) antara standar global, seperti Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR), Universal Declaration of Human Rights (UDHR), dan FIFA Stadium Safety and Security Regulations, dengan praktik lokal di Indonesia. Meskipun terdapat tekanan internasional, termasuk dari FIFA dan organisasi HAM global, implementasi norma terhambat oleh lemahnya akuntabilitas, koordinasi, kapasitas institusional, serta resistensi budaya birokrasi dan aparat keamanan. Analisis kontribusi aktor dalam kerangka Penta-Helix memperlihatkan bahwa keterlibatan masyarakat sipil dan media relatif lebih aktif dalam mengadvokasi transparansi dan akuntabilitas, sementara peran pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha cenderung parsial dan reaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan norma global dalam penanganan bencana non-alam sangat dipengaruhi oleh faktor kemauan politik, kualitas tata kelola domestik, dan sinergi lintas aktor. Temuan ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai global, penguatan kolaborasi multiaktor, serta harmonisasi norma global dengan konteks lokal untuk mencegah tragedi serupa di masa depan sekaligus menjaga reputasi internasional Indonesia.
Kata kunci: Tragedi Kanjuruhan, norma global, Penta-Helix, bencana non-alam, hubungan internasional.
Kata kunci: Tragedi Kanjuruhan, norma global, Penta-Helix, bencana non-alam, hubungan internasional.
Akmal Auliya - Personal Name
222131044 - Akmal Auliya
TESIS PMH
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
86 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...