Pengantin Pesanan sebagai Bagian dari transnational Crime Studi Kasus di Indonesia Tahun 2019-2024
Pengantin pesanan di Indonesia merupakan modus baru dalam perdagangan manusia yang
dikemas dalam bentuk pernikahan dengan unsur eksploitasi. Mayoritas korban adalah
perempuan dari kelompok rentan secara sosial dan ekonomi, yang direkrut melalui agen
perjodohan dan mak comblang dengan iming-iming kehidupan lebih baik melalui pernikahan dengan pria asing dari China. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengantin pesanan di Indonesia selama periode 2019 hingga 2024 sebagai bagian dari kejahatan transnasional, dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, laporan dari lembaga nasional dan internasional, wawancara mendalam, serta dokumentasi kasus nyata. Dalam menganalisis isu ini, penulis menggunakan konsep kejahatan transnasional untuk melihat keterlibatan aktor lintas negara, serta konsep perdagangan manusia guna menelusuri pola-pola eksploitasi yang muncul dalam praktik tersebut. Proses pengantin pesanan kerap melibatkan jaringan perantara yang bekerja secara terstruktur dan sistematis. Perempuan korban pengantin pesanan mengalami penipuan, kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi seksual, atau pemaksaan kerja domestik setelah tiba di negara tujuan yaitu China.
Kata Kunci: Kejahatan Transnasional, Perdagangan Manusia, Pengantin Pesanan
Daftar Pustaka: 69 sumber, 1995 s.d. 2025
dikemas dalam bentuk pernikahan dengan unsur eksploitasi. Mayoritas korban adalah
perempuan dari kelompok rentan secara sosial dan ekonomi, yang direkrut melalui agen
perjodohan dan mak comblang dengan iming-iming kehidupan lebih baik melalui pernikahan dengan pria asing dari China. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengantin pesanan di Indonesia selama periode 2019 hingga 2024 sebagai bagian dari kejahatan transnasional, dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, laporan dari lembaga nasional dan internasional, wawancara mendalam, serta dokumentasi kasus nyata. Dalam menganalisis isu ini, penulis menggunakan konsep kejahatan transnasional untuk melihat keterlibatan aktor lintas negara, serta konsep perdagangan manusia guna menelusuri pola-pola eksploitasi yang muncul dalam praktik tersebut. Proses pengantin pesanan kerap melibatkan jaringan perantara yang bekerja secara terstruktur dan sistematis. Perempuan korban pengantin pesanan mengalami penipuan, kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi seksual, atau pemaksaan kerja domestik setelah tiba di negara tujuan yaitu China.
Kata Kunci: Kejahatan Transnasional, Perdagangan Manusia, Pengantin Pesanan
Daftar Pustaka: 69 sumber, 1995 s.d. 2025
Pramita Arum Kusumastuti - Personal Name
222131027 - Pramita Arum Kusumastuti
TESIS PMH
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
80 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...