Analisis Kebijakan Impor Komoditas Industri Barang Elektronik dalam Perdagangan Bilateral antara Indonesia dengan Tiongkok Periode 2022-2024
Penelitian ini mengkaji secara komprehensif dinamika kebijakan impor Indonesia terhadap produk audio speaker asal Tiongkok dalam periode 2022–2024, dengan fokus pada perubahan regulasi, penerapan standar teknis, serta implikasinya terhadap hubungan perdagangan bilateral. Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah Indonesia menerbitkan serangkaian regulasi yang saling merevisi, mulai dari Permendag No. 36 Tahun 2023 hingga Permendag No. 8 Tahun 2024, yang berdampak langsung pada arus barang, kepastian hukum, dan strategi kepatuhan pelaku usaha. Produk audio speaker yang termasuk dalam kategori HS 8518.22 wajib memenuhi dua regulasi teknis utama: Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Sertifikasi Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, studi dokumen, dan wawancara semi-terstruktur terhadap pelaku usaha dan institusi teknis. Peneliti terlibat langsung dalam proses pengajuan sertifikasi dan pengecualian produk, serta memantau kesiapan sistem SIINas dan LSPro. Temuan menunjukkan bahwa ketegangan antara regulasi dan realitas industri sangat nyata. Ketidakstabilan regulasi menimbulkan penumpukan lebih dari 26.000 kontainer di pelabuhan utama, penurunan Indeks Kepercayaan Industri (IKI), serta rendahnya utilisasi pabrik elektronik nasional. Di sisi lain, kebijakan impor juga membuka peluang strategis melalui penguatan TKDN, pergeseran pola impor dari CBU ke CKD/IKD, dan peningkatan posisi tawar Indonesia dalam forum perdagangan internasional. Dalam kerangka teori hubungan internasional, penelitian ini mengintegrasikan konsep comparative advantage (David Ricardo), complex interdependence (Keohane & Nye), dan embedded liberalism (Ruggie) untuk menjelaskan fungsi ganda negara sebagai fasilitator perdagangan bebas dan regulator mutu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan impor Indonesia merupakan bentuk negosiasi antara kepentingan nasional dan komitmen terhadap liberalisasi, yang dijalankan melalui regulasi teknis yang sah dan adaptif.
Kata Kunci : Kebijakan Impor, Industri Elektronik, Audio Speaker, ACFTA, Liberalisme
Daftar Pustaka : 84 sumber (1817-2025)
Kata Kunci : Kebijakan Impor, Industri Elektronik, Audio Speaker, ACFTA, Liberalisme
Daftar Pustaka : 84 sumber (1817-2025)
Hani Mandira Andini - Personal Name
222131026 - Hani Mandira Andini
TESIS PMH
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
100 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...