Kepercayaan Masyarakat Baduy Terhadap Konsep Baik (Hade) dan Buruk (Goreng) serta Relevansinya bagi Kelestarian Alam
Judul skripsi ini adalah Kepercayaan Masyarakat Baduy terhadap Konsep Baik (Hade) Dan Buruk (Goreng) serta Relevansinya bagi Kelestarian Alam. Judul ini dipilih dengan tujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana masyarakat Baduy memaknai konsep moralitas dalam bentuk kebaikan dan keburukan serta dampak terhadap kelestarian alam. Penelitian ini memaparkan lebih mendalam mengenai nilai-nilai moral lokal dalam konteks masyarakat adat, khususnya masyarakat Baduy. Skripsi ini mencoba merumuskan jawaban dari pertanyaan bagaimana kepercayaan masyarakat Baduy membentuk pandangan mereka terhadap konsep kebaikan dan keburukan. Penelitian ini menjadi relevan dalam konteks pelestarian lingkungan karena menunjukkan bahwa konsep moral dalam masyarakat Baduy tidak terpisah dari tanggung jawab ekologis. Bagi mereka, menjaga alam bukan sekadar kewajiban praktis, melainkan bagian dari etika spiritual yang tertanam dalam adat dan kepercayaan leluhur. Penelitian skripsi ini dilakukan dengan pendekatan etnografi yang menggunakan metode deskriptif analitis dan filosofis. Jenis penelitian skripsi ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode observasi lapangan dengan wawancara langsung di Suku Baduy dan library research dalam pengumpulan datanya. Suku Baduy menempati Kawasan Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Luas wilayah sekitar 5.130 hektar dengan jumlah penduduk sekitar 14. 458 jiwa. Masyarakat Baduy memegang teguh pada pendirian dan amanat leluhur (pikukuh karuhun) untuk menjaga budaya adat yang telah ada, mereka memiliki keunikan dalam mempertahankan sistem nilai dan kepercayaan meskipun menghadapi tantangan modernisasi. Saat banyak komunitas adat mengalami perubahan atau pergeseran sistem sosial akibat pengaruh teknologi, globalisasi, dan agama besar, masyarakat Baduy tetap berupaya teguh pada tradisi leluhur. Dari hasil penelitian penulis, masyarakat Baduy memaknai kebaikan (hade) adalah segala perbuatan yang sejalan dengan aturan adat leluhur (pikukuh karuhun) menjaga keseimbangan antara manusia, alam dan roh. Sementara keburukan (goreng) adalah segala bentuk tindakan yang mengganggu keseimbangan tersebut, melanggar larangan baik secara fisik maupun spiritual. Dalam pandangan masyarakat Baduy, moralitas sangat terikat pada relasi ekologis dan spiritual, yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Kata kunci: kepercayaan lokal, suku baduy, konsep kebaikan, konsep keburukan, pelestarian alam.
Kata kunci: kepercayaan lokal, suku baduy, konsep kebaikan, konsep keburukan, pelestarian alam.
Rida Fatmawati - Personal Name
121104017 - Rida Fatmawati
SKRIPSI PFA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
95 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...