Telaah Fenomena “Marriage Is Scary” Perspektif Eksistensial Søren Kierkegaard
Fenomena Marriage is Scary menggambarkan ketakutan yang dialami sebagian individu dalam menghadapi pernikahan. Ketakutan ini sering dipahami sebagai akibat faktor sosial, ekonomi, atau psikologis, padahal dapat pula dipandang sebagai masalah eksistensial yang lebih mendasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Marriage is Scary dalam perspektif filsafat eksistensial Søren Kierkegaard, khususnya melalui konsep kecemasan eksistensial (anxiety), keputusasaan (despair), dan the crowd. tahap estetis, etis, dan religius, serta leap of faith, dan mengkaji solusi dari ajaran Islam sebagai solusi religius. Riset ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka (library research), serta metode hermeneutika untuk menafsirkan karya-karya Kierkegaard secara kontekstual dan historis. Analisis dilakukan terhadap teks-teks primer dan sekunder yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pernikahan merupakan krisis eksistensial yang muncul dari kesadaran akan kebebasan memilih dan konsekuensi yang ditimbulkannya. Dalam kerangka Kierkegaard, individu yang terjebak pada tahap estetis cenderung menghindari komitmen, sedangkan tahap etis dan religius mengarah pada penerimaan tanggung jawab dan leap of faith sebagai bentuk keberanian eksistensial. Despair menjadi hambatan batin yang perlu dihadapi, bukan dihindari. Ajaran Islam memberikan landasan teologis dan praktis untuk mengatasi ketakutan ini, dengan memandang pernikahan sebagai ibadah yang bertujuan Sakīnah, mawaddah, dan wa-Raḥmah, serta mendorong persiapan mental, spiritual, dan tawakkal kepada Allah. Penelitian ini berkontribusi secara akademik dengan mengisi kekosongan kajian mengenai pemikiran eksistensial Kierkegaard dalam memahami fenomena Marriage is Scary. Secara praktis, temuan ini memberikan panduan reflektif bagi generasi muda dan praktisi bimbingan pra-nikah untuk membantu individu mengelola kecemasan menikah dan mengambil keputusan yang otentik serta bertanggung jawab.
Kata kunci: Søren Kierkegaard, Pernikahan, Kecemasan Eksistensial, Keputusasaan, Kerumunan, Lompatan Iman.
Kata kunci: Søren Kierkegaard, Pernikahan, Kecemasan Eksistensial, Keputusasaan, Kerumunan, Lompatan Iman.
Puspita Tri Buana - Personal Name
121104007 - Puspita Tri Buana
SKRIPSI PFA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
90 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...