Ulasan Buku: Menemani Minoritas, Paradigma Islam Tentang Keberpihakan dan Pembelaan Kepada yang Lemah
Sikap menghargai agama lain membuahkan persaudaraan yang tulus sebagai sesama hamba Tuhan. Seorang yang beragama semestinya mengarusutamakan sikap rendah hati, supel, dan keterbukaan dalam merespon segala yang diterima meskipun tidak sinkron dengan ajaran agamanya sendiri. Rekognisi akan kemajemukan umat manusia (pluralisme) menuntun pada sikap keterbukaan itu. Pluralisme memiliki dasar yang kuat dari al-Quran yaitu ikrar bahwa tak ada paksaan dalam agama (QS al-Baqarah:256) dan juga kodrat kemajemukan umat manusia (QS al- Hujurat:1). Namun, bersamaan dengan semua iktiraf akan kebebasan beragama tersebut, patut disesali ternyata belum ada tanda-tanda enyahnya praktik intoleransi ini lantaran kasus-kasus pelanggaran atas kebebasan beragama masih terus terjadi, terutama golongan minoritas intraagama Islam seperti Syi’ah dan Ahmadiyah dan juga pada agama lain. Ditilik dari segi psikologis, kelompok minoritas telah mengalami situasi tertekan dalam masa yang panjang. Sehingga tatkala mereka melakukan tindakan keliru dalam merespon ketidaknyamanan itu, kelompok mayoritas merespon dalam batasan yang tak wajar. Membaca alur gerak pemikiran Dr. Ahmad Najib Burhani (penulis) dalam bukunya : Menemani Minoritas, Paradigma Islam Tentang Keberpihakan dan Pembelaan Kepada yang Lemah, atas dorongan tanggungjawab moral dan intelektual, penulis telah mengajukan empat tesis yang melingkupi pokok pembahasan dalam bukunya antara lain: (1). Ancaman konservatisme dan banalitas kaum konservatif sebagai progenitor (otak utama) meruahnya mental construct konservatif, (2). Masyarakat yang sudah terkontaminasi minda-konservatif termasuk dalam hal ini juga pemerintahannya, (3). Efek domino dari meruahnya minda-konservatif yaitu melahirkan mental, sikap atau perilaku sektarian di masyarakat, dan (4). Bahwa konservatisme itu merupakan barang nyata paradigma kolonialisme yang masih bercokol dalam tatanan kehidupan masyarakat. Dari hasil pembacaan saya atas buku tersebut, saya mengulas buku tersebut secara komprhensif namun singkat sebab buku itu sarat informasi, argumentasi, afirmasi, internalisasi, kontemplasi dan inspirasi yang menggugah kesadaran kita betapa pentingnya meruwat dan merawat harmoni persaudaraan umat beragama terlebih dalam situasi abrasi moral dan krisis keadaban saat ini.
Kata Kunci: Konservatif, Teologi Inklusif, Toleransi, Sufisme, Humanisme
Kata Kunci: Konservatif, Teologi Inklusif, Toleransi, Sufisme, Humanisme
Dede Rahmat Zega - Personal Name
120104031 - Dede Rahmat Zega
SKRIPSI PFA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
43 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...