Islam Politik dan Demokratisasi Pasca Arab Spring di Tunisia
Tesis ini mengkaji peran Islam politik dalam proses demokratisasi pasca Arab Spring di Tunisia. Tunisia disebut-sebut sebagai negara yang terbilang sukses dalam melakukan eksperimentasi demokrasi pasca Arab Spring dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yang mengalami musim semi Arab. Namun demikian, belakangan, demokrasi di negara tersebut sedang mengalami kemunduran. Penelitian ini menggunakan konstruktivisme dan teori strukturasi sebagai kerangka analisis. Dengan pendekatan kualitatif berbasis riset pustaka, penelitian ini menemukan beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran demokrasi: pertama, kebebasan yang semakin terancam; kedua, terlalu banyak kompromi politik dan politik transaksional; ketiga, menurunnya partisipasi politik; keempat, menurunnya kepercayaan kepada elit, partai politik dan demokrasi; dan kelima, keterpurukan ekonomi. Dalam proses transisi demokrasi di Tunisia, dengan segala persoalannya, kelompok Islam politik, dalam hal ini partai Ennahda, mempunyai peran yang cukup besar. Dalam kurun waktu 10 tahun berada di pemerintahan (2011-2021), Ennahda tidak mampu berbuat banyak untuk menjalankan agenda demokratisasi dengan maksimal. Kini, partai Ennahda bergerak sebagai kelompok opoisisi di luar pemerintahan untuk memperjuangkan demokrasi setelah mengalami kemunduran di era Kais Saied. Pembangunan demokrasi di Tunisia masih menghadapi jalan yang terjal karena para aktor politik masih terfragmentasi sementara kekuasaan Kais Saied yang makin menguat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menyatukan kembali kekuatan demokrasi yang terpecah sekaligus menggalang dukungan nasional dan internasional.
Kata Kunci: Islam Politik, Demokratisasi, Arab Spring, Ennahda, Konstruktivisme, Teori Strukturasi
Kata Kunci: Islam Politik, Demokratisasi, Arab Spring, Ennahda, Konstruktivisme, Teori Strukturasi
Husnul Atiyah - Personal Name
221131050 - Husnul Atiyah
TESIS PMH
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
133 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...