Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pengaruh Ajaran Islam terhadap Pemahaman dan Sikap Muslim Berorientasi Non-Heteroseksual Studi Kasus: Muslim Penyintas Non-Heteroseksual di Yayasan Peduli Sahabat

Deklarasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 2011 terkait pengakuan terhadap komunitas LGBT telah menjadi legitimasi dan validasi bagi gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) dalam memperkuat dan memperluas eksistensinya. Tak ada yang salah dengan perjuangan menuntut keadilan dan kesetaraan hak, namun pengakuan atas perilaku non-heteroseksual sebagai kenormalan alami serta bentuk ekspresi kebebasan HAM dapat menjadi hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, agama mayoritas di Indonesia. Secara yuridis, UU No.1/1974 tentang Perkawinan hanya membenarkan perkawinan antara pria dan wanita yang menjadi landasan tatanan kemasyarakatan dan pelestarian generasi. Meskipun Indonesia adalah satu dari 14 negara yang tidak setuju terhadap keputusan PBB tersebut, namun ironisnya, organisasi LGBT terbesar di Asia Tenggara justru ada di Indonesia dan telah menyebar di 11 kota. Populasi LGBT di Indonesia adalah terbesar ke 5 di dunia. Dari 250 juta penduduk, ada sekitar 7,5 juta orang berperilaku non-heteroseks. Itu artinya, dari 100 orang, ada 3 di antaranya memiliki kecenderungan orientasi non-heteroseksual. Karena itu, jika tidak ada intervensi serius terhadap persoalan ini yang bersifat merangkul dan memperbaiki, maka sama dengan membiarkan generasi Muslim Indonesia berada dalam kebuntuan dan menjadi ‘korban’ kemaksiatan.
Yayasan Peduli Sahabat bermula dari komunitas kecil yang memiliki keprihatinan dan kepedulian terhadap peroblematika Muslim berorientasi non-heteroseksual. Yayasan ini bertujuan menjadi wadah komunitas yang saling menguatkan bagi Muslim berorientasi non-heteroseksual untuk bisa bertahan dan mengendalikan dorongan seksualnya, sekaligus membimbing dan memberikan alternatif solusi melalui terapi-terapi psikologis agar mereka dapat menjalankan kehidupan heteroseksual dalam payung pernikahan sebagaimana ajaran agama. Penelitian terhadap Yayasan ini bertujuan untuk melihat bagaimana ajaran Islam yang diimplementasikan, serta sejauhmana pengaruh ajaran tersebut terhadap pemahaman dan sikap klien-kliennya dalam memandang dan bersikap atas persoalan orientasi non-heteroseksual yang mereka hadapi. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua metode. Pertama, metode observasi dan wawancara pada komunitas non-heteroseksual Yayasan Peduli Sahabat guna mengungkap fakta kondisi Muslim penyintas non-heteroseksual di sana, memahami akar penyebab, serta sejauh mana upaya penanganan yang dilakukan. Kedua, metode library research untuk memahami pemikiran Islam sebagai kerangka etis yang menjadi dasar pijakan Yayasan Peduli Sahabat dalam melihat fenomena berkembangnya kecenderungan orientasi non-heteroseksual dan perilakunya di kalangan masyarakat Muslim di Indonesia, serta bagaimana pendekatan solusinya.
Hasil riset terhadap Muslim berorientasi non-heteroseksual yang bergabung dalam komunitas Peduli Sahabat menemukan bahwa pada dasarnya doktrin ajaran agama yang mereka pahami dan menjadi pedoman serta tujuan hidup dalam keluarga dan lingkungan mereka merupakan pemicu utama keraguan dan dilema hidup mereka yang berimplikasi pada rasa berdosa terutama kepada ibu, serta kegalauan akan masa depan hidup mereka sendiri dan ketakutan akan azab Tuhan. Oleh sebab itu, alih-alih bergabung kepada komunitas LGBT yang ingin menormalisasi perilaku ini, dalam kefrustrasian yang mereka alami pada akhirnya mereka tetap berusaha mencari jalan untuk bisa ‘kembali’. Dalam proses observasi dan wawancara riset menemukan bahwa Yayasan Peduli Sahabat dengan segala keterbatasannya mampu memberikan layanan pendampingan yang terbukti efektif bagi penyintas untuk dapat mengendalikan hasrat seksualnya, menepis keraguan mereka untuk menikah dengan membantu menumbuhkan hasrat heteroseksual dalam diri mereka. Epistemologi keterkaitan antara nilai-nilai dalam ajaran Islam tentang perilaku seksual dan moralitas manusia dalam penelitian ini menjadi sangat urgen untuk dikaji dan memiliki signifikansi tinggi dalam memberikan masukan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mencari jalan keluar terkait isu LGBT di Indonesia.
Kata kunci: Islam, Moralitas, Orientasi Seksual, Non-Heteroseksual, Penyintas.
Mayasintha Fransiska - Personal Name
223241015 - Mayasintha Fransiska
Tesis PMA
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
117 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...