Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Cancel Culture Dalam Film Budi Pekerti (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena cancel culture yang terdapat dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanutedja. Fenomena cancel culture merupakan fenomena yang terjadi mulai beberapa tahun silam yang muncul di media sosial. Penelitian ini difokuskan pada elemen cancel culture yang dibagi menjadi 6 elemen, antara lain; 1) Collective considered victim of the crime, 2) Arising and accelerating quickly, 3) Nature of the offense is trivial or fabricated, 4) Disproportionate response, 5) Everyone is afraid to defend the accused, 6) Moral absolutism by those doing the canceling. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan memakai lensa analisis semiotika Charles Sanders Peirce berupa model triadic atau segitiga makna, yaitu: sign, object, dan interpretant. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik Miles and Huberman. Dari hasil analisis dan temuan yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa terdapat 6 scenes yang mengandung elemen cancel culture dalam film Budi Pekerti. Enam scene tersebut merepresentasikan fenomena cancel culture yang ditujukan kepada Bu Prani selaku guru BK di SMP Pengemban Utama yang mendapatkan pembatalan budaya setelah video perselisihannya viral di media sosial. Di era digital yang berkembang cukup pesat ini, masyarakat dengan mudah melakukan hal yang memberikan dampak negatif bagi individu maupun kelompok tanpa tahu lebih rinci masalah yang sebenarnya terjadi.

Kata kunci : Cancel Culture, Semiotika, Budi Pekerti
Neni Yusmiati - Personal Name
222221044 - Neni Yusmiati
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
114 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...