Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Analisis Stres Kerja dan Work-Life Balance: Implikasinya terhadap Burnout pada Expatriate dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus pada Industri Manufaktur Otomotif di Karawang International Industrial City (KIIC))

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Stres Kerja dan work life balance atau keseimbangan kehidupan-kerja terhadap burnout melalui kepuasan kerja pada karyawan expatriate. Mengingat karyawan expatriate menghadapi tantangan unik, seperti tekanan adaptasi budaya, perbedaan regulasi kerja, serta keseimbangan kehidupan-kerja yang lebih kompleks, penting untuk memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan kerja dan tingkat burnout mereka.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan Google Form. Sampel penelitian terdiri dari 361 responden yang merupakan karyawan expatriate dari industri manufaktur di Karawang International Industrial City (KIIC). Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik inferensial untuk menguji hubungan antara variabel-variabel penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan kerja, namun tidak signifikan terhadap burnout. Stres kerja memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan burnout. Selain itu, kepuasan kerja memiliki pengaruh positif terhadap burnout, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja, semakin tinggi pula tingkat burnout yang dialami oleh expatriate. Stres kerja dan work-life balance juga terbukti memengaruhi burnout melalui kepuasan kerja.

Temuan ini memiliki implikasi bagi perusahaan, pekerja expatriate, dan pemegang kebijakan. Perusahaan perlu menerapkan strategi manajemen stres yang lebih baik dan kebijakan fleksibilitas kerja untuk meningkatkan kesejahteraan expatriate. Pekerja expatriate diharapkan mampu mengelola stres kerja dan meningkatkan keterampilan adaptasi agar dapat menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadi. Sementara itu, pemegang kebijakan perlu mempertimbangkan regulasi yang lebih mendukung kesejahteraan tenaga kerja asing untuk meminimalkan risiko burnout.

Kata kunci: Work-Life Balance, Work Stress, Kepuasan Kerja, Burnout, Karyawan Expatriate
Anindea Pudjie Hapsari - Personal Name
222210131 - Anindea Pudjie Hapsari
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...