Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Penerapan Keberlanjutan Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kinerja Keuangan

Dalam beberapa dekade terakhir, isu keberlanjutan telah menjadi fokus utama di berbagai sektor industri, termasuk sektor manufaktur. Keberlanjutan merujuk pada upaya untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk
ekonomi, lingkungan, dan sosial. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, penipisan sumber daya alam, dan ketidaksetaraan sosial, penerapan praktik keberlanjutan dalam sektor manufaktur menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2023. Penelitian ini fokus pada pengaruh keberlanjutan terhadap kinerja keuangan serta aspek utama dari program keberlanjutan. Penerapan keberlanjutan mencakup tiga aspek utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan chi-square, di mana data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan keberlanjutan yang dianalisis untuk menilai tingkat integrasi praktik keberlanjutan dalam operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus aspek keberlanjutan perusahaan manufaktur di Indonesia berfokus pada aspek sosial. Pada fokus SDG, perusahaan berfokus khususnya pada SDG 08 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 03 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 04 (Pendidikan Berkualitas). Dari analisis terkait pernyataan yang disampaikan oleh perusahaan manufaktur dalam laporan tahunan, laporan keberlanjutan maupun laporan terintegrasi serta dari hasil uji chi-square, didapatkan hasil penerapan keberlanjutan memiliki dampak terhadap kinerja keuangan perusahaan yang didukung dengan teori pemangku kepentingan, teori legitimasi dan teori sinyal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengambil keputusan di sektor manufaktur dan investor, serta memberikan panduan bagi perusahaan untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Kata kunci: keberlanjutan, SDG, industri manufaktur.
Alviyan Cahyadi - Personal Name
222210098 - Alviyan Cahyadi
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...