Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Kata Injil Dalam Al-quran Bukan Berasal Dari Serapan Yunani Euangelion

Artikel ini coba menggugat pandangan sejumlah mufassir yang mengikuti pendapat umum bahwakata Injil dalam Al-Qur’an adalah merupakan serapan dari Bahasa Yunani. Pandangan tersebut misalnya diungkapkan oleh dua mufassir modern Jamaluddin Al-Qasimi dan Muhammad Abduh dalam kitab tasfir mereka Mahasin Ta’wil dan Al-Manar. Hal ini merupakan sebuah kejanggalan sebab kata Injil yang dimaksudkan dari Bahasa Yunani, euangelion, tidak merujuk pada sebuah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa A.S., melainkan dinisbat pada salinan reportase historis dari keempat murid Yesus yaitu Markus, Matius, Lukas dan Yohannes tentang kehidupan gurunya. Secara mendasar hal ini bertentangan dengan pandangan bahwa Al-Qur’an merujuk nama Injil pada kitab suci umat Nasrani yang diturunkan kepada Nabi Isa, bukan pada reportase para murid yang kedudukannya lebih mirip seperti kitab hadits. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semantik Historis. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu, bahwa kata Injil dalam Al-Qur’an berasal dari Bahasa Arab Kuno “najl”. Lebih dari itu, bahwa kata Yunani euangelion ternyata juga memiliki kedekatan morfologis dengan kata “najl” tersebut.

Kata Kunci: Injil, Euangelion, Tafsir, Semantik, Rumpun Bahasa Semit
Agung Sholihin - Personal Name
223141011 - Agung Sholihin
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...