Analisis Kepentingan Nasional Indonesia dalam Belt and Road Initiative Era Pemerintahan Joko Widodo (2014 - 2024)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepentingan nasional Indonesia dalam kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (2014-2024). Indonesia memanfaatkan investasi Tiongkok untuk mempercepat infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, namun keterlibatan dalam BRI juga berisiko menimbulkan ketergantungan ekonomi, jebakan utang, dan pengaruh geopolitik Tiongkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Foreign Direct Investment (FDI) dengan OLI Framework (Ownership, Location, Internalization) untuk menganalisis bagaimana Indonesia memanfaatkan kerja sama BRI serta strategi yang diterapkan dalam mengelola investasi asing ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya tawar dalam kerja sama BRI melalui keunggulan kepemilikan (sumber daya alam dan tenaga kerja), keunggulan lokasi (posisi strategis di jalur perdagangan global), serta keunggulan internalisasi (kebijakan pemerintah dalam mengelola investasi asing). Untuk memaksimalkan manfaat dan mengurangi risiko, diperlukan selektivitas dalam pemilihan proyek, transparansi investasi, serta regulasi yang mendukung keterlibatan tenaga kerja lokal dan transfer teknologi agar kerja sama ini berdampak positif bagi pembangunan nasional.
Kata Kunci: Belt and Road Initiatives, Kepentingan Nasional Indonesia, Investasi Asing Langsung (FDI), Perkembangan Infrastruktur, Kerangka OLI
Kata Kunci: Belt and Road Initiatives, Kepentingan Nasional Indonesia, Investasi Asing Langsung (FDI), Perkembangan Infrastruktur, Kerangka OLI
Tami Salsabilla - Personal Name
120105058 - Tami Salsabilla
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
58 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...