Strategi Komunikasi Internal Implementasi Employee Wellness Dalam Rangka Komunikasi Persuasif Kesehatan Kepada Karyawan PT ABC
Keberlangsungan perusahaan sangat tergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia di dalamnya. Kualitas Sumber Daya Manusia dapat dinilai melalui kinerja yang maksimal, sedangkan kinerja yang maksimal dapat diperoleh apabila karyawan memiliki kesehatan yang baik. Oleh sebab itu perusahaan ikut berperan dalam penyampaian pentingnya kesehatan kepada karyawan. Seperti kasus yang terjadi pada PT ABC dengan hasil laporan kesehatan mayoritas karyawannya yang kurang baik. Maka untuk mengatasi hal tersebut perusahaan dapat melakukan sosialisasi kesehatan melalui komunikasi interna; kepada para karyawannya. Komunikasi tersebut harus dapat dilakukan dengan metode komunikasi internal yang efektif dan lebih persuasif. Maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran komunikasi internal perusahaan dalam melakukan sosialisasi kesehatan kepada karyawan PT ABC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi kasus. Analisa yang digunakan untuk mengurai komunikasi internal ini dengan empat step komunikasi Scott M. Cutlip dan Allen H. Data diperoleh dari hasil wawancara kepada tim yang terkait dengan sosialisasi program kesehatan karyawan. Hasil yang diperoleh yakni PT ABC telah melakukan komunikasi internal untuk meningkatkan kesadaran kesehatan karyawannya melalui program sosialisasi Kesehatan, aliran komunikasi internal yang downward, upward, horizontal dan komunikasi dua arah. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan komunikasi internal yang lebih persuasif sehingga dapat mengurangi jumlah karyawan dengan laporan kesehatan yang buruk, yang didukung oleh tim kesehatan dan kanal komunikasi media dan aktifitas SDM. Evaluasi program kesehatan karyawan PT ABC dilakukan oleh perusahaan untuk mempromosikan kesehatan karyawan. Ini berarti bahwa perusahaan harus dapat mempertahankan program sosialisasi agar semua karyawan mengikutinya dengan mengimplementasikan kegiatan di level horizontal. Setelah itu, kita dapat menentukan apakah ada penurunan dalam jumlah karyawan yang memiliki laporan kesehatan, pola kehidupan yang tidak sehat, pola makan yang buruk, dan tingkat aktivitas fisik yang rendah.
Kata Kunci: Sumber Daya Manusia, Program, Sosialisasi, Komunikasi, Kesehatan, Perusahaan
Kata Kunci: Sumber Daya Manusia, Program, Sosialisasi, Komunikasi, Kesehatan, Perusahaan
Mohammad Elbana - Personal Name
Mohammad Elbana - 222121045
TESIS MIK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
96 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...