Strategi Komunikasi Pemasaran Klinik Sunat Surgero Dalam Membangun Brand Awareness dan Kepercayaan Calon Pasien Sunat
Saat ini, kompetisi antara klinik sunat yang menawarkan berbagai metode modern untuk mengurangi rasa sakit sangatlah intens. Untuk tetap kompetitif dan bahkan mendominasi pasar, Klinik Sunat Surgero memerlukan strategi komunikasi pemasaran yang efisien untuk meningkatkan penjualan. Oleh karena itu, strategi promosi harus diselaraskan dengan perkembangan teknologi komunikasi agar bisnis dapat memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada pelanggan. Sangat penting bagi perusahaan untuk memahami situasi dan kebutuhan setiap individu yang menjadi target promosi penjualan, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi program. Strategi ini dapat berfungsi sebagai panduan dalam menjalankan program perusahaan, mengevaluasi kemajuan, dan menggambarkan bagaimana program tersebut diterapkan kepada publik yang ditargetkan untuk membangun kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan. Memberikan pelayanan terbaik merupakan langkah utama yang harus diambil oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Klinik Sunat Surgero dalam meningkatkan kesadaran merek dan kepercayaan konsumen di tengah persaingan yang ketat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis yang dilakukan menggunakan konsep komunikasi pemasaran terpadu (IMC) dari Philip Kotler dan Gary Armstrong, dengan tiga tahap IMC menurut Kotler dan Keller (2009), yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Klinik Surgero telah menjalankan tahap perencanaan yang mencakup identifikasi audiens target, penentuan tujuan komunikasi, pembuatan dan pengecekan pesan, pemilihan media komunikasi, penetapan anggaran promosi, dan pengambilan keputusan tentang strategi komunikasi yang digunakan. Tahap pelaksanaan melibatkan pembuatan iklan, promosi penjualan, humas yang dikenal sebagai CRM, pemasaran langsung melalui digital marketing, menampilkan testimoni pasien, pemasaran seluler, dan pemasaran media sosial. Akhirnya, evaluasi dilakukan dengan mengukur hasil promosi dan mengelola serta mengoordinasikan proses komunikasi pemasaran terpadu.
Kata Kunci: Strategi, Komunikasi Pemasaran Terpadu, Klinik, Kepercayaan
Kata Kunci: Strategi, Komunikasi Pemasaran Terpadu, Klinik, Kepercayaan
Abdullah Zahid Faruqi - Personal Name
Abdullah Zahid Faruqi - 222121072
TESIS MIK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
75 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...