Pengaruh Kesepian Terhadap Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) Pada Perantau Di JABODETABEK
Di Indonesia budaya merantau adalah bermigrasi, namun merantau adalah jenis migrasi dengan makna yang unik dan khusus serta tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Di Indonesia, banyak perantau yang datang ke wilayah JABODETABEK untuk merantau, kawasan JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) mencakup wilayah administrasi yang terdiri dari tiga provinsi di antaranya adalah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesepian terhadap nomophobia pada perantau di JABODETABEK. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan alat ukur Loneliness Scale Version-3 (Russel, 1996) dan Nomophobia Questionnaire (Yildirim & Correia). Responden pada penelitian ini adalah perantau di JABODETABEK dengan jumlah 170 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesepian dengan nomophobia pada perantau di JABODETABEK sig(p) < 0.05) dengan nilai signifikansi sebesar 0.001. Kontribusi kesepian terhadap nomophobia sebesar 6.1 % dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.
Kata kunci : Kesepian, Nomophobia, perantau
Kata kunci : Kesepian, Nomophobia, perantau
Maya Gita Lestari - Personal Name
120207003 - Maya Gita Lestari
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
87 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...