Gambaran Konsep Diri Pada Lesbian
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran konsep diri lesbian melalui pendekatan kualitatif fenomenologi. Penelitian ini berfokus pada pengalaman
subjektif informan untuk memahami proses pembentukan konsep diri dari awal hingga penerimaan identitas. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih subjek yang relevan dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri lesbian dipengaruhi oleh lima dimensi ekternal utama: fisik, keluarga, pribadi, etik moral, dan sosial. Perubahan penampilan fisik menjadi lebih maskulin seringkali merupakan respons terhadap trauma atau konflik internal terkait identitas gender dan seksualitas. Dinamika keluarga, termasuk trauma seperti pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga, berperan penting dalam membentuk konsep diri, dengan konflik emosional dalam keluarga yang mempengaruhi pandangan subjek terhadap diri sendiri dan nilai-nilai keluarga. Proses penerimaan diri melibatkan perjalanan kompleks dari penolakan dan konflik internal menuju penerimaan diri. Pergeseran nilai dan prioritas terkait nilai-nilai agama dan moral juga terjadi, dengan subjek memilih kebenaran diri sendiri meskipun bertentangga dengan norma-norma agama keluarga. Dukungan sosial dari teman dan
lingkungan kerja membantu subjek merasa diterima dan nyaman dengan orientasi seksual mereka, meskipun menghadapi pandangan negatif dari masyarakat. Kesimpulannya, konsep diri lesbian dipengaruhi oleh interaksi faktor internal dan eksternal, termasuk trauma masa kecil, dinamika keluarga, nilai-nilai agama, dan dukungan sosial, yang bersama-sama membentuk dan memperkuat identitas mereka.
Kata Kunci : konsep diri, lesbian, orientasi seksual, dimensi konsep diri
subjektif informan untuk memahami proses pembentukan konsep diri dari awal hingga penerimaan identitas. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih subjek yang relevan dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri lesbian dipengaruhi oleh lima dimensi ekternal utama: fisik, keluarga, pribadi, etik moral, dan sosial. Perubahan penampilan fisik menjadi lebih maskulin seringkali merupakan respons terhadap trauma atau konflik internal terkait identitas gender dan seksualitas. Dinamika keluarga, termasuk trauma seperti pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga, berperan penting dalam membentuk konsep diri, dengan konflik emosional dalam keluarga yang mempengaruhi pandangan subjek terhadap diri sendiri dan nilai-nilai keluarga. Proses penerimaan diri melibatkan perjalanan kompleks dari penolakan dan konflik internal menuju penerimaan diri. Pergeseran nilai dan prioritas terkait nilai-nilai agama dan moral juga terjadi, dengan subjek memilih kebenaran diri sendiri meskipun bertentangga dengan norma-norma agama keluarga. Dukungan sosial dari teman dan
lingkungan kerja membantu subjek merasa diterima dan nyaman dengan orientasi seksual mereka, meskipun menghadapi pandangan negatif dari masyarakat. Kesimpulannya, konsep diri lesbian dipengaruhi oleh interaksi faktor internal dan eksternal, termasuk trauma masa kecil, dinamika keluarga, nilai-nilai agama, dan dukungan sosial, yang bersama-sama membentuk dan memperkuat identitas mereka.
Kata Kunci : konsep diri, lesbian, orientasi seksual, dimensi konsep diri
Noer Alivia Rachma Fauzy - Personal Name
120107151 - Noer Alivia Rachma Fauzy
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
221 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...