Gambaran Regulasi Emosi Kognitif Pada Dewasa Awal Yang Mengalami Stres Belajar: Studi Kasus Pada Mahasiswa Kedokteran Gigi
Beratnya tuntutan akademik di universitas dan diluar universitas membuat mahasiswa sering merasa jenuh, bosan, malas, tidak percaya diri, dan semakin lama akan mengalami penurunan pada kualitas belajarnya. Stres adalah kondisi yang muncul karena adanya perbedaan antara keinginan dengan kenyataan (Lazarus & Folkman, 1984). Stres yang dialami oleh mahasiswa kedokteran gigi sulit tidur, tidak bersemangat ketika melakukan aktivitas, sering merasa pusing, dan berlarut-larut dalam masalah. Hal ini disebabkan karena tingkat aktivitas mahasiswa kedokteran gigi yang sangat padat dan tuntutan yang harus mereka jalani. Dalam situasi seperti itu maka dibutuhkan strategi coping yang adaptif untuk dapat menangani permasalahan tersebut. Respon yang dilakukan seorang individu terhadap suatu kondisi yang membuatnya stres dapat disebut dengan regulasi emosi kognitif. Menurut Garnefski dan Kraaijj (2006) secara umum strategi regulasi emosi kognitif dibagi menjadi dua jenis yaitu secara teoritis strategi yang lebih adaptif yaitu problem focused (positive refocusing, positive reappraisal, putting into perspective, refocus on planning, acceptance) dan secara teori kurang adaptif adalah emotional focused (rumination or focus on thought, self blame, blaming others, catastrophizing). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Strategi regulasi emosi yang muncul pada subjek adalah terdapat sembilan regulasi emosi kognitif dari dua jenis strategi regulasi emosi kognitif adaptif maupun maladaptif. Strategi regulasi emosi kognitif adaptif yang muncul pada subjek adalah fokus pada hal positif (positive refocusing), penilaian positif (positive reappraisal), fokus pada perspektif (putting into perspective), fokus pada perencanaan (refocus on planning), dan penerimaan (accertance). Sedangkan regulasi emosi kognitif maladaptif yang muncul pada subjek adalah ruminasi atau fokus pada pikiran (rumination or focus on thought), menyalahkan diri sendiri (self blame), menyalahkan orang lain (blaming others), dan merasa terpuruk (catastrophizing).
Kata Kunci : Regulasi emosi kognitif, stres belajar, mahasiswa kedokteran gigi
Kata Kunci : Regulasi emosi kognitif, stres belajar, mahasiswa kedokteran gigi
Hanynda Inaya - Personal Name
120107135 - Hanynda Inaya
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
121 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...