Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Hubungan antara Persepsi Risiko dengan Perilaku Mengemudi Berisiko pada Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mobilisasi yang dilakukan oleh penduduk erat kaitannya dengan transportasi. Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang populer dan banyak digunakan saat ini. Penggunaan sepeda motor terus meningkat setiap tahunnya, karena efisien untuk menempuh jarak jauh dengan cepat dan menghindari kemacetan. Namun, peningkatan jumlah sepeda motor di jalan raya juga diiringi dengan meningkatnya angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan ini. Salah satu faktor penyebab kecelakaan tersebut adalah perilaku mengemudi berisiko yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Diketahui bahwa perilaku mengemudi berisiko berkaitan dengan persepsi, terutarama persepsi risiko. Persepsi risiko merupakan cara seseorang memandang, keyakinan, dan konsep mengenai kemungkinan terjadinya peristiwa negatif dalam suatu situasi. Persepsi risiko yang tidak tepat dapat menyebabkan perilaku berkendara yang berisiko, seperti kebut-kebutan, mengemudi dalam keadaan mabuk, atau menggunakan ponsel saat mengemudi. Perilaku-perilaku ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berbahaya. Oleh karea itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi risiko dengan perilaku mengemudi berisiko pada pengendara sepeda motor di Jakarta. Responden pada penelitian ini terdiri dari 264 responden yang merupakan pengendara sepeda motor di kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko memiliki hubungan secara positif dengan perilaku mengemudi berisiko pada pengendara sepeda motor di Jakarta p = 0.015 (p
Fitra Darmawan - Personal Name
120107096 - Fitra Darmawan
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
143 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...