Hubungan Perilaku Impulsive Buying dengan Financial Stress pada Milenial Pengguna Fitur Paylater
Teknologi pembayaran kredit online, seperti paylater, telah memberikan kemudahan kepada
generasi milenial untuk bertransaksi. Kemudahan akses dan proses transaksi yang cepat
melalui paylater berkontribusi pada peningkatan perilaku impulse buying. Konsumen
cenderung melakukan pembelian tanpa perencanaan yang matang, terdorong oleh dorongan
emosional atau keinginan instan. Penelitian sebelumnya menemukan jika impulsive buying
dapat mendorong peningkatan financial stress karena keputusan pembelian tanpa
pertimbangan matang dapat mengakibatkan ketidakstabilan keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Perilaku Impulsive Buying dengan
Financial Stress pada Milenial pengguna Fitur Paylater yang berumur 27-42 tahun, warga
negara Indonesia, merupakan pengguna aktif dan memiliki tagihan yang masih berjalan di fitur
paylater. Total 129 orang telah berpartisipasi dalam penelitian ini dan sudah menyelesaikan
kuesioner online yang diberikan untuk mengukur impulsive buying dan financial stress pada
milenial pengguna paylater. Penelitian ini menggunakan analisis korelasional dengan tujuan
untuk melihat hubungan antara impulsive buying dan financial stress. Hasil penelitian
menunjukan jika impulsive buying berhubungan secara positif dengan financial stress (P =
0.000 < 0.05 dan nilai r = 0.560 > rtabel= 0.177). Maka dari itu, dapat disimpulkan jika semakin
tinggi perilaku impulsive buying individu, maka semakin tinggi pula financial stress yang
dialami, sebaliknya, semakin rendah perilaku impulsive buying individu, semakin rendah pula
tingkat financial stress yang dialami.
Kata Kunci: Impulsive Buying, Financial Stress, Milenial, Paylater
generasi milenial untuk bertransaksi. Kemudahan akses dan proses transaksi yang cepat
melalui paylater berkontribusi pada peningkatan perilaku impulse buying. Konsumen
cenderung melakukan pembelian tanpa perencanaan yang matang, terdorong oleh dorongan
emosional atau keinginan instan. Penelitian sebelumnya menemukan jika impulsive buying
dapat mendorong peningkatan financial stress karena keputusan pembelian tanpa
pertimbangan matang dapat mengakibatkan ketidakstabilan keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Perilaku Impulsive Buying dengan
Financial Stress pada Milenial pengguna Fitur Paylater yang berumur 27-42 tahun, warga
negara Indonesia, merupakan pengguna aktif dan memiliki tagihan yang masih berjalan di fitur
paylater. Total 129 orang telah berpartisipasi dalam penelitian ini dan sudah menyelesaikan
kuesioner online yang diberikan untuk mengukur impulsive buying dan financial stress pada
milenial pengguna paylater. Penelitian ini menggunakan analisis korelasional dengan tujuan
untuk melihat hubungan antara impulsive buying dan financial stress. Hasil penelitian
menunjukan jika impulsive buying berhubungan secara positif dengan financial stress (P =
0.000 < 0.05 dan nilai r = 0.560 > rtabel= 0.177). Maka dari itu, dapat disimpulkan jika semakin
tinggi perilaku impulsive buying individu, maka semakin tinggi pula financial stress yang
dialami, sebaliknya, semakin rendah perilaku impulsive buying individu, semakin rendah pula
tingkat financial stress yang dialami.
Kata Kunci: Impulsive Buying, Financial Stress, Milenial, Paylater
Sheila Nurul Astari - Personal Name
120107040 - Sheila Nurul Astari
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
155 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...