Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Program Sarjana di Jakarta
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa program sarjana di Jakarta. Psychological well-being didefinisikan sebagai konsep yang berfokus pada realisasi potensi diri seseorang dan pengembangan kapasitas untuk menjalani kehidupan yang bermakna (Ryff, 1989). Intensitas penggunaan media sosial merujuk pada seberapa sering dan lama seseorang menggunakan fitur-fitur yang ada di media sosial serta seberapa aktif mereka berinteaksi di dalamnya. Penelitian ini melibatkan 121 responden yaitu mahasiswa program sarjana yang memiliki media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non-probability sampling jenis purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif yang bersifat non eksperimental dengan jenis correlation study. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi pearson’s product moment. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, terdapat hubungan negatif signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa program sarjana di Jakarta, nilai koefisien korelasi (r) = -0.256; dan sig (p) = 0.005(p < 0.01). Hal ini berarti bahwa meningkatnya intensitas penggunaan media sosial berkorelasi dengan menurunnya tingkat psychological well-being mahasiswa.
Kata Kunci : Intensitas Penggunaan Media Sosial, Psychological Well-Being, Mahasiswa Program Sarjana, Jakarta
Kata Kunci : Intensitas Penggunaan Media Sosial, Psychological Well-Being, Mahasiswa Program Sarjana, Jakarta
Anggun Dwi Andini - Personal Name
120107035 - Anggun Dwi Andini
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
103
LOADING LIST...
LOADING LIST...