Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Gambaran Resiliensi Pada Wanita Dewasa Awal Yang Mengalamiperselingkuhan Selama Masa Kehamilan

Perkawinan memiliki tujuan sebagai sarana dalam mewujudkan ketenangan jiwa, ketentraman hati, kebahagiaan hidup danmemperoleh keturunan. Dalam proses mencapai tujuan tidak selalu berjalan mulus. Baik disebabkan oleh masalah yang berasal dari pasangan suami dan istri itu sendiri, seperti perbedaan latar belakang dan perbedaan kepribadian ataupun disebabkan oleh adanya orang ketiga dalam hubungan suami istri, seperti perselingkuhan. Ketika perselingkuhan mulai terungkap, maka akan memberikan dampak negatif bagi pasangan yang menjadi korban perselingkuhan, seperti rasa marah, kecewa, sedih, dikhianati, tidak berharga, bahkan sampai benci. Resiliensi merupakan kemampuan merespon dengan cara yang sehat dan produktif ketika dihadapkan dengan kesulitan atau trauma karena sesuatu hal yang terjadi dalam hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat Bagaimana aspek resiliensi yang dimiliki perempuan dewasa awal dalam menerima perselingkuhanyang dilakukan suaminya selama masa kehamilan. Metode dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif studi kasus, subjek penelitian adalah Perempuan dewasa awal yang berusia 38 tahun, berinisial A, dengan Teknik sampling non-probability yang peneliti gunakan adalah purposeful sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dengan satu subjek dan dua informan. Hasil penelitian menjelaskan tujuh aspek resiliensi yang ada, yaitu pada aspek emotion regulation, menunjukkaan bahwa A mampu mengatasi emosinya setelah diselingkuhi oleh suaminya selama masa kehamilan. Pada aspek impluse control, subjek mampu mengkesampingkan keinginanya dan menjadikan kebutuhan keluarga anak anaknya sebagai prioritasnya. Pada aspek empathy, subjek memiliki empati yang tinggi setelah mengetahui perselingkuhan suaminya, ditandai dengan subjek dapat mengenali atau merasakan jika orang-orang disekitarnya sedang dalam masalah. Selanjutnya pada aspek causal analysis dan self-efficacy, subjek mampu mengendalikan dirinya untuk fokus pada pemecahan masalah yang dihadapinya, setelah subjek mampu melewati permasalahan-permasalahan yang ada, subjek menjadi yakin dan percaya diri dengan kemampuan yang subjek miliki. Pada aspek reaching out, subjek mampu bangkit dari keterpurukannya dan menjadikan permasalahan yang terjadi sebagai pengalaman serta pembelajaran hidup. Kemudian, pada aspek optimisme, dengan segala usaha-usaha yang subjek sudah lakukan untuk kehidupannya saat ini agar lebih baik lagi, subjek memiliki keyakinan bahwa dirinya akan menikmati hasil dari kerja kerasnya bersama dengan anak-anaknya di masa mendatang.

Kata kunci : Resiliensi, Perselingkuhan
Alviani Lailatul - Personal Name
117107054 - Alviani Lailatul
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
181 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...