Peran Platform Bijak Memilih Membangun Pendidikan dan Literasi Politik Pemilih Muda di Pemilu 2024
Penggunaan teknologi informasi, khususnya media digital dan media sosial, telah menjadi arustama dalam Pemilu di Indonesia. Namun praktiknya jauh dari idealisme awal teknologi informasi yang bisa mendorong kemerdekaan publik dan demokrasi. Teknologi informasi lebih banyak dikooptasi elite untuk mempropagandakan kepentingannya di Pemilu. Seperti melalui para pasukan siber atau pendengung (buzzer) di media sosial. Bahkan praktik ini lebih jauh lagi setelah Pemilu dengan digunakan untuk meredam kemerdekaan publik berpendapat tentang kebijakan publik tertentu. Hasilnya, teknologi informasi justru menyumbang penurunan kualitas demokrasi di Indonesia, selain memunculkan trauma polarisasi sektarian seperti terjadi pada Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pemilu Presiden 2019. Di saat yang sama, pendidikan dan literasi politik yang dibutuhkan publik untuk mencapai pemahaman tentang kerja sistem pemerintahan, sistem politik, dan pembuatan kebijakan publik justru belum maksimal dilaksanakan partai politik dan KPU sebagai dua lembaga utama yang ditunjuk aturan perundangan di Indonesia. Kondisi ini mendorong gerakan sipil nirpartisan membangun platform bernama Bijak Memilih yang bertujuan memberikan pendidikan dan literasi politik kepada pemilih muda menjelang Pemilu 2024. Penelitian ini membahas peran platform tersebut dengan pendekatan potensi teknologi informasi dalam proses politik dan technology affordance. Hasilnya, penelitian ini menemukan bahwa platform Bijak Memilih memenuhi satu dari tiga potensi utama teknologi informasi dalam proses politik. Melalui analisis Teori Technology Affordance, fitur platform Bijak Memilih juga terbukti memiliki fitur yang dapat berperan dalam pendidikan dan literasi politik pemilih muda di Indonesia pada Pemilu 2024. Penelitian ini juga menemukan bahwa platform Bijak Memilih berpotensi untuk mendorong tumbuhnya kaum demokrat kritis baru yang dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap demokrasi normatif di masa depan.
Kata Kunci: Bijak Memilih, pendidikan dan literasi politik, teknologi informasi, Teori Technology Affordance, demokrat kritis.
Kata Kunci: Bijak Memilih, pendidikan dan literasi politik, teknologi informasi, Teori Technology Affordance, demokrat kritis.
Muhammad Ahsan Ridhoi - Personal Name
220122005 - Muhammad Ahsan Ridhoi
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...