Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Program Tabungan Perumahan Rakyat: Kebijakan Pemerintah Menuai kontroversi (Analisis Framing Model Robert M. Entman di Media Online Tempo.co dan Republika.co.id)

Kebijakan pemerintah terkait program tabungan perumahan rakyat (Tapera) di media online marak diberitakan oleh situs-situs media online membuat kalangan masyarakat, pengamat, hingga akademisi ramai membahas kebijakan yang diresmikan Presiden Joko Widodo melalui peraturan pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera, yang kemudian menjadi kontroversi di kalangan pekerja/buruh dan pemberi kerja/perusahaan karena akan merasakan dampak dari pemberlakuan program Tapera di mana akan terkena potongan penghasilan 3 persen, yakni iuran pekerja 2,5 persen dan 0,5 persen dari perusahaan. Kontroversi kebijakan program Tapera diberitakan di media online seperti Tempo.co dan Republika.co.id dengan penyajian berita yang memiliki karakter dari kedua media. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivis kemudian setiap pemberitaan dianalisa dengan metode analisis framing model Entman sehingga dapat menemukan hasil analisis melalui empat komponen framing model Entman antara lain: define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu, analisis framing di pemberitaan Tempo.co tentang “Penolakan Program Tapera” dibagi menjadi empat fase. Pertama, fase 40 organisasi buruh mendesak pemerintah untuk mencabut PP Tapera (define problems) yang menampilkan organisasi buruh sebagai aktor aksi penolakan. Kedua, fase pemerintah pusat yakni Menaker Ida Fauziah yang akan gencar sosialisasikan Program Tapera (diagnose causes). Ketiga, yaitu fase Program Tapera bukan kebijakan sederhana syarat mudah untuk diberlakukan, sebab pekerja swasta sudah mengalami potongan upah dari beberapa program pemerintah yang sudah berjalan (make moral judgement). Keempat, fase program Tapera memerlukan kajian ulang terkait aturan yang diberlakukan dan meminta pemerintah untuk mencabut PP Tapera (treatment recommendation). Sementara itu, analisis framing dari berita Republika.co.id yang juga dibagi menjadi empat fase. Pertama, yaitu fase pekerja/buruh yang solid dalam menyuarakan aspirasi penolakan diberlakukannya PP Tapera (define problems). Kedua, fase Menkeu memberikan penjelasan mengenai arah investasi dana pada Program Tapera (diagnose causes). Ketiga, fase pemerintah tidak memiliki sensitivitas terhadap kondisi masyarakat dalam menetapkan program Tapera (make moral judgement). Keempat, yaitu fase membenahi kaidah-kaidah tata kelola program perumahan sehingga masyarakat mengetahui kepastian manfaat (treatment recommendation). Dengan karakter masing-masing dari setiap media dalam mendistribusikan berita dapat menimbulkan kesan berbeda dari pembaca. Kedua media memiliki persamaan dalam pemilihan isu, program Tapera, dan yang membedakan adalah penekanan aspek dalam pemberitaan. Tempo.co dalam penulisan berita menonjolkan penolakan masyarakat dengan melakukan aksi demo mendesak pemerintah untuk membatalkan dan mencabut pemberlakuan program Tapera. Di sisi lain, Republika.co.id memberikan pandangan kepada masyarakat melalui sajian berita agar program Tapera dikaji ulang sehingga program ini tidak memberatkan kalangan masyarakat yang nantinya akan merasakan dampak program Tapera.

Kata kunci: Program Tapera, Media Online, Model Analisis Framing Robert Entman
Daftar Pustaka: 51 Pustaka (1967-2024)
Lalu Muhamad Reza Padila - Personal Name
220121032 - Lalu Muhamad Reza Padila
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...