Konstruksi Wacana Prabowo Subianto Sebagai Calon Presiden Pada Pilpres 2024 (Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Prabowo Subianto Sebagai Calon Presiden Pada Pilpres 2024
Prabowo Subianto menjadi Figur yang banyak dibicarakan publik terutama dalam PILPRES. Pilpres adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Nama Prabowo sendiri sudah tidak asing lagi dalam pencalonanya sebagai Capres, karena ini bukanlah yang pertama kali untuk Prabowo mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden Indonesia. Penelitian ini ingin melihat Makna dan Pesan apa yang muncul dalam pemberitaan Detik.com dan Mediaindonesia.com, serta wacana apa yang muncul diruang redaksi dan bagaimana aspek kuasa bekerja dalam pemberitaan Detik.com dan Mediaindonesia.com.
Penelitian ini dilakukan menggunakan Analisis Wacana Kritis dengan pendekatan Norman Fiarclough. Ada tiga hal yang di analisis yakni Teks Berita, analisis Discourse Practice dan Socialcultural Practice. Analisis wacana kritis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa berita mengenai Prabowo Subianto ditekankan dengan cara yang membangun citra positif dan menunjukkan komitmennya terhadap bangsa. Namun, juga ada tanggapan kritis terhadap isu-isu seperti dinasti politik dan batas usia capres. Praktik diskursus di Detik.com menekankan pentingnya akurasi dan kecepatan, serta keseimbangan dalam pemberitaan. Dalam konteks sosial budaya, berita ini berfungsi untuk membentuk opini publik dan merespons dinamika politik saat ini. Pada Mediaindonesia.com sendiri proses produksi, distribusi dan konsumsi berita dipengaruhi oleh berbagi faktor termasuk, afiliasi politik, target pembaca, algoritma keyword, dan intrekasi internal antara reporter dan editor. Meskipun redaksi mengklaim bahwa mereka tidak sepenuhnya partisan, afiliasi dengan partai politik tertentu dapat mempengaruhi persepsi dan akses terhadap berita. Hal ini juga dapat menyebabkan stigma dari pihak tertentu dalam memainkan peran penting tentang bagaimana berita di produksi dan diterima.
Kata Kunci: Prabowo Subianto, Wacana, Media Massa.
Penelitian ini dilakukan menggunakan Analisis Wacana Kritis dengan pendekatan Norman Fiarclough. Ada tiga hal yang di analisis yakni Teks Berita, analisis Discourse Practice dan Socialcultural Practice. Analisis wacana kritis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa berita mengenai Prabowo Subianto ditekankan dengan cara yang membangun citra positif dan menunjukkan komitmennya terhadap bangsa. Namun, juga ada tanggapan kritis terhadap isu-isu seperti dinasti politik dan batas usia capres. Praktik diskursus di Detik.com menekankan pentingnya akurasi dan kecepatan, serta keseimbangan dalam pemberitaan. Dalam konteks sosial budaya, berita ini berfungsi untuk membentuk opini publik dan merespons dinamika politik saat ini. Pada Mediaindonesia.com sendiri proses produksi, distribusi dan konsumsi berita dipengaruhi oleh berbagi faktor termasuk, afiliasi politik, target pembaca, algoritma keyword, dan intrekasi internal antara reporter dan editor. Meskipun redaksi mengklaim bahwa mereka tidak sepenuhnya partisan, afiliasi dengan partai politik tertentu dapat mempengaruhi persepsi dan akses terhadap berita. Hal ini juga dapat menyebabkan stigma dari pihak tertentu dalam memainkan peran penting tentang bagaimana berita di produksi dan diterima.
Kata Kunci: Prabowo Subianto, Wacana, Media Massa.
Erpiana Sela Agustin - Personal Name
22222012 - Erpiana Sela Agustin
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...