Islam Answers to the Environmental Crisis: Green Economy in Islamic Perspective
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam 100 tahun terakhir ini, telah memberikan umat manusia kemajuan dan kemakmuran yang menakjubkan, namun di sisi lain ia juga memberikan imbas kerusakan. Isu krisis lingkungan telah menyita perhatian masyarakat dunia, bersama dengan topik yang berhubungan seperti krisis iklim, global warming, population displacement, dsb. Masyarakat global mulai menyadari bahwa industrialisasi dan pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan ekonomi dan teknologi telah mengancam masa depan planet bumi. Dalam konteks inilah, sebagai Umat Islam, adalah sangat menarik untuk kembali mengkaji pemikiran-pemikiran filosof dan intelektual Islam, salah satunya adalah Seyyed Hossein Nasr yang kaitannya dengan etika lingkungan hidup dan bagaimana manusia seharusnya bersikap kepada lingkungan. Terlebih lagi, di tengah meningkatnya kesadaran publik (termasuk dari luar Islam) terhadap isu Lingkungan Hidup ini, civil society dan institusi riset telah melahirkan dan menawarkan berbagai konsep pembangunan yang berkelanjutan atau ramah lingkungan, untuk menjadi solusi bagi kemanusiaan, diantaranya adalah: Green Economy, Degrowth Movement, dan Circular Economy, yang sering dikelompokkan ke dalam payung Ekonomi Hijau. Dalam tulisan ini, akan dibahas bagaimana menafsirkan konsep dan kebijakan Ekonomi Hijau ini dalam kerangka etika lingkungan hidup yang Islami (Islamic Environmentalism), salah satunya dengan menggunakan pemikiran dari Seyyed Hossein Nasr.
Bagas Dhanurendra - Personal Name
221141002 - Bagas Dhanurendra
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...