Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Azerbaijan in The Second Nagorno Karabakh War : The Spirit of Nationalism and Soft Power Strategy

Nagorno Karabakh merupakan wilayah dengan mayoritas etnis Armenia yang secara de jure merupakan bagian dari Azerbaijan. Setelah berakhirnya perang Nagorno Karabakh pertama tahun 1994 wilayah pegunungan yang terletak di Kaukasus Selatan ini de facto merdeka dengan nama Republik Artsakh. Berbagai upaya dilakukan oleh Azerbaijan untuk mengembalikan kedaulatan atas wilayah ini termasuk penggunaan smart power, yaitu penggunaan instrumen soft power, selain tindakan koersif dengan hard power. Penggunaan soft power oleh Azerbaijan bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara lain sebagai pengakuan atas pihak yang menguasai Nagorno Karabakh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penggunaan soft power Azerbaijan dalam penyelesaian konflik Nagorno Karabakh sekaligus menjelaskan peranan penting Nagorno Karabakh dalam pembentukan identitas nasional Azerbaijan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi eksploratif melalui studi literatur guna mengumpulkan data sekunder yang bersumber dari penelitian-penelitian terdahulu dan pemberitaan di media digital. Penggunaan soft power oleh Azerbaijan dilakukan melalui 1) diplomasi kaviar dengan memberikan hadiah dan fasilitas mewah kepada pengambil kebijakan negara-negara yang berpengaruh; 2) diplomasi budaya dan pemberian bantuan untuk mencitrakan gambaran positif sebagai negara yang toleran, dan 3) diplomasi digital untuk mengkomunikasikan narasi tentang konflik Nagorno-Karabakh kepada
publik dunia internasional guna pembentukan opini internasional dan penggalangan simpati terhadap perjuangan merebut Nagorno Karabakh. Hasil dari penggunaan soft power, teridentifikasi dan berpengaruh pada negara anggota Minsk Group yang tidak mampu mencegah ketika terjadi Perang Nagorno Karabakh Kedua. Azerbaijan dapat mengambil alih Nagorno Karabakh dalam waktu yang relatif singkat, serta memaksa Armenia ke meja perundingan dan dibubarkannya Republik Artsakh.

Kata kunci: Nagorno Karabakh, Soft Power, Smart Power, Azerbaijan, diplomasi
220131009 - Gilang Mradipta Pangastomo
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...