Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Konsep Kebebasan dan Implikasinya Bagi Kebudayaan dan Transformasi Sosial Menurut Soedjatmoko

Setiap topik yang muncul dalam pembahasan Soedjatmoko, terkait kebebasan, agama, budaya, sejarah, dan pendidikannya, diakhiri dengan pembangunan nilai-nilai asasi manusia. Ia membicarakan manusia dari sisi kemiskinan, kemiskinan struktural, dan kemerosotan sosial. Menurut Soedjatmoko, pembangunan sebagai sarana sosial sangat penting untuk menumbuhkan martabat manusia berdasarkan nilai-nilai asasinya. Dengan demikian, pengaruh internal dan eksternal cukup penting. Karena itu, Soedjatmoko mendorong para pemikir pembangunan di seluruh dunia untuk menggunakan kritik sosial mengenai otonomi dan kebebasan demi tegaknya martabat manusia. Kebebasan, menurut Soedjatmoko, adalah upaya manusia untuk mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dengan cepat, sedangkan otonomi adalah upaya manusia untuk bertahan dari perubahan yang menyimpang dari kepercayaan masyarakat. Selain itu, Soedjatmoko menyarankan bahwa pembangunan keadilan yang efektif memerlukan pendekatan masyarakat holistik dan tradisi. Manusia menghadapi dilema yang besar dan mendesak saat berbagai kemungkinan hidup semakin terancam oleh keangkuhan modernitas. Karena jaring-jaring kekuasaan dominan, kekuasaan manusia sebagai kekuatan moral yang memiliki otoritas tunggal semakin mengecil. Ini berkaitan dengan keprihatinan Soedjatmoko untuk membedakan semua diskontinuitas manusia kontemporer. Oleh karena itu, sebagai studi akademik, penelitian tentang otonomi dan kebebasan perlu melakukan penilaian menyeluruh terhadap elemen-elemen perubahan sosial dan berfungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi rantai waktu historis manusia. Pemikiran Soedjatmoko tentang kebebasan, peran agama, budaya dan sosial dalam berbagai perubahan dan tantangan zaman dapat dibaca dari perspektif kepentingan pribadi individu dan kepentingan masyarakat. Persoalannya, dalam tujuan dan metodenya, kedua fungsi tersebut tidak selalu selaras dan bahkan bertentangan. Sebab dalam mencapai kesempurnaan pribadi seorang yang beragama dapat memfokuskan hidup dan praktiknya pada hubungan yang personal dan langsung dengan Tuhan, dan tidak bersikap masa bodoh terhadap masyarakatnya.

Keywords: Soedjatmoko, kebebasan, manusia, etis, kebudayaan, transformasi sosial
Ayu Ambarwati - Personal Name
220141010-Ayu Ambarwati
tesis miai
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
98 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...