Analisis Peran International Organization for Migration (IOM) dalam Program Penanganan Pengungsi Di Indonesia; Studi Kasus Kerja Sama IOM-Indonesia dan Pemerintah Kota Makassar Pasca Berakhirnya Program Building Healthy City (2022- 2024)
Penelitian ini meneliti mengenai Program Lanjutan International Organization for Migration (IOM) dengan Pemerintah Kota Makassar dalam penanganan pengungsi setelah
berakhirnya kerja sama Building Healthy City (BHC) pada 2022. Pada penelitian ini, penulis akan menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Dalam menyusun penelitian ini, penulis menggunakan teori liberalisme institusionalis, kerja sama internasional, dan human security. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IOM berhasil dalam menjalankan perannya sebagai institusi internasional karena mampu dalam memfasilitasi dan mendukung kerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah kota Makassar, Rumah Detensi Imigrasi, tenaga pendidik, dan Lembaga Kesehatan di kota Makassar dalam mengimplementasikan program-program penanganan pengungsi di kota Makassar dan menyuarakan pentingnya kerja sama penanganan pengungsi dilakukan mengingat betapa pentingnya hak-hak pengungsi dalam mendapatkan akses ke layanan dasar. Selain itu, dalam menjalankan program lanjutan ini, IOM menggunakan lima strategi pendekatan berdasarkan United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) untuk mencapai kesejahteraan dan stabilitas dalam menghadapi tantangan migrasi di Indonesia. Pada lima strategi utama tersebut IOM menggunakan konsep kerja sama internasional yang melibatkan berbagai pihak dalam menghadapi salah satu tantangan global yaitu migrasi dan berhasil menjaga beberapa jenis human security.
Kata Kunci: IOM, Pengungsi, Makassar, Liberalisme Institusionalis, Aktor Non-Negara, Kerja sama Internasional, Human Security
berakhirnya kerja sama Building Healthy City (BHC) pada 2022. Pada penelitian ini, penulis akan menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Dalam menyusun penelitian ini, penulis menggunakan teori liberalisme institusionalis, kerja sama internasional, dan human security. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IOM berhasil dalam menjalankan perannya sebagai institusi internasional karena mampu dalam memfasilitasi dan mendukung kerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah kota Makassar, Rumah Detensi Imigrasi, tenaga pendidik, dan Lembaga Kesehatan di kota Makassar dalam mengimplementasikan program-program penanganan pengungsi di kota Makassar dan menyuarakan pentingnya kerja sama penanganan pengungsi dilakukan mengingat betapa pentingnya hak-hak pengungsi dalam mendapatkan akses ke layanan dasar. Selain itu, dalam menjalankan program lanjutan ini, IOM menggunakan lima strategi pendekatan berdasarkan United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) untuk mencapai kesejahteraan dan stabilitas dalam menghadapi tantangan migrasi di Indonesia. Pada lima strategi utama tersebut IOM menggunakan konsep kerja sama internasional yang melibatkan berbagai pihak dalam menghadapi salah satu tantangan global yaitu migrasi dan berhasil menjaga beberapa jenis human security.
Kata Kunci: IOM, Pengungsi, Makassar, Liberalisme Institusionalis, Aktor Non-Negara, Kerja sama Internasional, Human Security
Imam Vishal Perdana - Personal Name
120105111_Imam Vishal Perdana
skripsi hi
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
95 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...