Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pengarusutamaan Gender Perempuan Adat Pasca Program REDD+ di Taman Nasional Meru Betiri 2013 – 2023

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengarusutamaan gender dalam program REDD+ di Taman Nasional Meru Betiri telah memengaruhi pemberdayaan, partisipasi, dan kesejahteraan perempuan adat melalui pendekatan ekofeminisme. Dalam konteks lingkungan, perspektif ini menekankan pada pemahaman dan interpretasi bagaimana pertimbangan gender diintegrasikan ke dalam semua tahap pengembangan kebijakan. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana perempuan adat memaknai pengalaman mereka dalam implementasi program REDD+ di Taman Nasional Meru Betiri pada kurun waktu 2013 hingga 2023 pasca program berakhir. Untuk mendukung analisis reflektif, penelitian ini akan menggunakan teknik pengumpulan data primer dengan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara. Hasil temuan menunjukkan bahwa perempuan adat di Taman Nasional Meru Betiri memaknai pengalaman mereka pasca implementasi program REDD+ sebagai proses pembelajaran dan pemberdayaan meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti adaptasi teknologi, keterbatasan kapasitas produksi, kendala ekonomi, dan stigma sosial di tengah norma patriarki yang kuat. Selain itu, pengarusutamaan gender dalam program REDD+ di Taman Nasional Meru Betiri belum sepenuhnya terwujud karena upaya untuk melibatkan perempuan adat menghasilkan pemberdayaan semu yang tidak sepenuhnya mengatasi masalah patriarki karena kebijakan lebih berfokus pada kebutuhan proyek jangka pendek dan didominasi oleh pola pikir yang berorientasi pada profit.

Kata kunci: Ekofeminisme, lingkungan, meru betiri, pengarusutamaan gender, perempuan adat, REDD+
Agni Yulianti - Personal Name
120105059 - Agni Yulianti/
skripsi hi
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
93 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...