Dinamika Hubungan Indonesia Dengan Australia Mengenai Penanganan Transfer of Refugees Dalam Kebijakan Operation Sovereign Borders (2013-2017)
Pengungsian adalah isu yang rentan terjadi akibat dari negara yang mengalami konflik. Australia adalah salah satu negara di kawasan Asia Pasifik yang diminati oleh para pengungsi untuk menjadi negara tujuan karena telah menandatangani Konvensi Pengungsi 1951. Indonesia adalah salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang menjadi tempat transit bagi para pengungsi yang hendak menuju Australia. Pengungsi yang transit di Indonesia terlalu lama biasanya akan nekat pergi ke Australia menggunakan perahu dengan harapan akan diterima. Sehingga, isu pengungsi kerap menimbulkan masalah baru yaitu maraknya kedatangan pengungsi sebagai imigran ilegal. Metode penelitian ini akan menggunakan pendekatan melalui paradigma Realisme dengan Teori Sekuritisasi dan Teori Kepentingan Nasional. Kedatangan pengungsi secara ilegal menimbulkan masalah kedaulatan bagi Australia. Oleh karena itu Australia membuat kebijakan Operation Sovereign Border yang turut berdampak pada kedaulatan negara Indonesia. Penelitian ini membahas strategi implementasi kebijakan OSB Australia yang berhasil terhadap penanganan manusia perahu namun berdampak pada kedaulatan Indonesia serta dinamika hubungan Indonesia dengan Australia pasca dibentuknya kebijakan OSB yang kemudian berangsur membaik dengan terbentuknya kerjasama maritim pada tahun 2017.
Kata Kunci : Pengungsi, Australia, Indonesia, Operation Sovereign Borders, Sekuritisasi, Kepentingan Nasional.
Kata Kunci : Pengungsi, Australia, Indonesia, Operation Sovereign Borders, Sekuritisasi, Kepentingan Nasional.
Farah Ditarani Salsabilla - Personal Name
119105111 - Farah Ditarani Salsabilla
skripsi hi
e-Book PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
95 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...