Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Gambaran Persepsi Anak Muda terhadap Persaudaraan Setia Hati Terate (Studi Deskriptif terhadap Ikatan Pemuda Ciganjur RT 002 RW 005)

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi masyarakat terhadap organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan menggunakan dua kerangka analisis utama, yaitu Frame of Reference (sumber informasi) dan Frame of Experience (pengalaman pribadi). Pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dilakukan terhadap empat informan yang memiliki pandangan berbeda mengenai PSHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap PSHT sangat bervariasi, tergantung pada sumber informasi dan pengalaman pribadi yang dimiliki oleh individu. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa 50% informan memiliki persepsi positif terhadap PSHT, sedangkan 50% lainnya menunjukkan persepsi negatif. Informan dengan persepsi positif umumnya mendapatkan informasi dari pengalaman langsung yang mereka saksikan, seperti partisipasi dalam latihan, turnamen, dan kegiatan sosial yang dilakukan oleh PSHT. Pengalaman ini membentuk pandangan bahwa PSHT berkontribusi positif dalam membina anggotanya, mengajarkan disiplin, dan mempromosikan nilai-nilai budaya pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Mereka melihat PSHT sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bela diri, tetapi juga pada pengembangan karakter dan persaudaraan. Sebaliknya, informan dengan persepsi negatif cenderung mendapatkan informasi dari media sosial dan lingkungan yang menyoroti aspek-aspek negatif dari PSHT, seperti keterlibatan oknum dalam tindakan anarkis, tawuran, dan kericuhan. Informasi ini secara signifikan mempengaruhi pandangan mereka, sehingga mereka memandang PSHT sebagai organisasi yang lebih sering terkait dengan masalah-masalah sosial daripada kontribusi positif. Bahkan jika mereka memiliki pengalaman langsung dengan anggota PSHT, pengalaman negatif seperti interaksi yang kurang menyenangkan turut memperkuat persepsi mereka. Penelitian ini menggarisbawahi peran kritis Frame of Experience dalam membentuk persepsi masyarakat. Pengalaman langsung yang positif dapat berfungsi sebagai penyeimbang terhadap informasi negatif yang didapat dari sumber lain, memperkuat persepsi positif terhadap PSHT. Di sisi lain, Frame of Reference yang didominasi oleh informasi negatif cenderung membentuk persepsi yang kurang menguntungkan, terutama bila tidak disertai dengan pengalaman langsung yang dapat mengubah pandangan tersebut. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar PSHT lebih aktif dalam mempromosikan kegiatan positif yang dapat diakses oleh masyarakat luas, guna memperbaiki dan memperkuat citra publik organisasi ini. Dengan demikian, PSHT dapat lebih efektif dalam membangun persepsi yang positif di mata masyarakat dan mengurangi dampak dari informasi negatif yang beredar.
Muh Hauzan Qois Syihab - Personal Name
118106021 - Muh Hauzan Qois Syihab
SKRIPSI IK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
67 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...