Peranan Public Relations dalam Menghadapi Penolakan Tambang Timah di Laut (Studi Kasus pada PT Timah Tbk di Pantai Matras Bangka)
Pada 2 Januari 2021, di Pantai Matras, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kapal Isap Produksi (KIP) Mega Fajar, mitra kerja PT Timah Tbk dalam kegiatan eksploitasi timah mengalami kecelakaan yang menyebabkan meningkatnya eskalasi penolakan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berdasarkan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumen berupa press release dan pemberitaan terkait kecelakaan tersebut, penelitian ini ingin mengetahui dan menganalisis peran Public Relations dalam PT Timah Tbk dalam mengelola dan merespon krisis, menangani media dan menangani masyarakat yang menolak tambang timah laut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PT Timah Tbk mengganggap kejadian tersebut termasuk jenis immediate crises. Corporate Communication PT Timah Tbk menjalankan peran Public Relations sebagai fasilitator komunikasi, fasilitator pemecah masalah dan teknisi komunikasi dengan menggunakan strategi diminish dengan justifikasi, strategi respon krisis primer yakni penolakan, pembangunan kembali yakni menyampaikan permintaan maaf dan pemberian kompensasi. Strategi hubungan media yang dilakukan dalam bentuk pengelompokan media massa, memanfaatkan hak jawab untuk melawan isu negatif, berita berbayar dan pembentukan desk wartawan pertimahan.
Kata Kunci: Timah, Public Relations, Situational Crisis Communication Theory
Kata Kunci: Timah, Public Relations, Situational Crisis Communication Theory
Teddy Malaka - Personal Name
221221026 - Teddy Malaka
TESIS MIK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
x + 139 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...