Humor Sufistik: Studi Hermeneutik Buku Tuhan Maha Asyik Karya Sujiwo Tejo & Dr. MN. Kamba (2016) dan Buku Lachen Mit Gus Dur Karya Arndt Graf & Johanna P. Harahap (2005)
Humor adalah salah satu aspek dalam kehidupan manusia yang dapat memicu senyum dan tawa seseorang. Dalam Islam, humor didefiniskan sebagai sesuatu yang boleh atau mubah selama masih dalam aturan yang tidak melanggar ketentuan. Terdapat banyak tokoh sufi yang menghasilkan karya humor dan seringkali dianalogikan sebagai individu yang memiliki ciri khas yang unik. Tesis ini membedah dua buku yang terkait dengan humor sufistik berjudul “Tuhan Maha Asyik” karya Sujiwo Tejo dan Dr. MN. Kamba (2016) dan “Lachen Mit Gus Dur” karya Arndt Graf dan Johanna P. Harahap (2005). Tesis ini bertujuan untuk mengkaji aspek humor sufistik serta menjabarkan makna tersirat yang terdapat pada kedua buku tersebut. Studi hermeneutik digunakan sebagai alat untuk mengkaji dan memahami isi kedua buku tersebut. Perspektif hermeneutika dari Paul Ricoeur menjadi teori utama yang digunakan dalam penelitian ini, hal ini dikarenakan ia menjelaskan bahwa studi hermeneutika menelaah problem sentral berupa hubungan antara bahasa lisan dan metafor bahasa tulis dan teks. Secara Hermeneutika Judul buku “Tuhan Maha Asyik” dapat diinterpretasikan secara etimologis berarti pecinta, ketika banyak manusia mendefinisikan Tuhan itu kaku, namun buku ini menjabarkan sebaliknya. Buku “Lachen Mit Gusdur” menjelaskan humor dari seorang tokoh sebagai simbol islam versi moderat dan damai. Aspek sufistik kedua buku ini memiliki kesamaan dan nilai yang sama dalam humor sufistik dan didapati tiga unsur nilai religius yaitu akhlak, keimanan tauhid dan tasawuf. Adapun nilai religius yang terkandung dalam buku ini yaitu perilaku terpuji kepada diri sendiri, sesama manusia, dengan Tuhan dan alam semesta. Meskipun kedua buku ini terdapat kata-kata yang bersifat multitafsir yang sulit dipahami karena banyaknya metafora yang digunakan dalam kedua buku ini, namun kedua buku tersebut memiliki kelebihan untuk meningkatkan religiusitas dan pesan moral yang relevan dengan dunia Islam di Indonesia.
Kata Kunci : humor, sufistik, hermeunetika, “Tuhan Maha Asyik”, “Lachen Mit Gus Dur”
Kata Kunci : humor, sufistik, hermeunetika, “Tuhan Maha Asyik”, “Lachen Mit Gus Dur”
Arif Zulhilmi - Personal Name
221241002 - Arif Zulhilmi
Tesis MIAI
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
163 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...