Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Fiqih Kontemporer Gus Baha (Kajian atas Pemikiran KH Ahmad Bahauddin Nursalim terkait Hukum Islam dalam Konten Dakwah di Media Sosial)

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan pemahaman tentang fiqih kontemporer yang dapat menjawab berbagai isu keumatan dalam konteks zaman sekarang. Melakukan tinjauan kritis terhadap metode ijtihad yang digunakan oleh Gus Baha dalam konteks fiqih kontemporer dengan menganalisis bagaimana Gus Baha mengaplikasikan ijtihad dalam merespons dan menjelaskan problematika yang tengah dihadapi umat Islam saat ini. Pendekatan dalam penelitian kualitatif deskriptif analitis, yang merupakan metodologi yang mengandalkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata tertulis atau ucapan. Dengan melakukan analisis wacana melalui pengamatan dan analisis terhadap isi atau materi digital yang ditemukan di platform media sosial. Data primer peneliti dapatkan melalui materi dari ceramah atau konten dakwah yang dibawakan oleh Gus Baha, yang dapat ditemukan di berbagai channel YouTube. Sedangkan data sekundernya, peneliti dapatkan berasal dari berbagai jurnal, buku, artikel, publikasi media dan lain-lain yang terkait dengan tema bahasan penelitian yang diangkat oleh penulis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam rangka menjawab berbagai persoalan umat yang semakin kompleks, harus berupaya untuk mengkotekstualisasikan melalui pendapat yang cocok baik Tatbiq al-Turath, Tarjih wa Taqrir, Tatbiq al-Qawa’id al-Fiqhiyah dan Tatbiq al-Qawa’id al-Usuliyah, terutama yang berkaitan dengan pola istinbat di forum Bahtsul Masail. Selain itu, Kyai. H Bahuddin Nursalim menegaskan bahwa dalam rangka memahami Al-Qur’an membutuhkan ilmu yang terdiri dari usul fiqih, balaghah, gramatika Arab hingga ilmu mantiq. Kitab-kitab fiqh yang dapat dijadikan rujukan serta menjadi sandaran dalam menetapkan serta mempelajari fiqh menurut Kyai. H Bahauddin Nursalim adalam yang termsuk dalam kategori al-kutub al-mu’tabarah yang terdiri dari Kitab Bughyah al-Mustarsyidin fi Talkhish Fatawa Ba’dh al-Aimmah al-Muta-akhkhirin, Kitab Hashiyat I‘anatal Talibin dan Kitab Majmu‘at Sab‘ al Kutub al-Mufidah. Beberapa hasil istinbat Kyai. H Bahauddin Nursalim antara lain tambahan pengembalian hutang piutang atau mutlaq alziyadah yang tidak serta merta harus dijustifikasi riba, harus dilihat dalam aspek lainnya juga, yaitu apakah ada penurunan kurs (nilai mata uang) yang terjadi dalam kurun waktu kesepakatan hutang piutang. Melihat fenomena perbedaan pendapat tentang penentuan awal bulan, Kyai. H Bahauddin Nursalim berpendat bahwa di kalangan Nahdhatul Ulama tidak boleh anti Hisab begitupun di kalangan Muhammadiyah tidak boleh anti rukyah. Pasalnya, secara eksistensialis kedua metode memiliki landasan teologis Islam yang cukup kuat, sebagaimana terdapat dalam Surat Yusuf ayat 5.

Keyword: Fiqih Kontemporer, Hukum Islam, Gus Baha, Dakwah, Media Sosial
Syukron Jamal - Personal Name
221141005 - Syukron Jamal
Tesis MIAI
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
136 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...