Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pemikiran Tasawuf Al-Barzanji (Studi Atas Kitab Manakib Al-Lujain Al-Dānī Fi Żikri Nubżatin Min Manăqib Al-Syaikh Abd Al-Qādir Al-Jīlāni)

Kitab Manakib al-Lujain al-Dānī adalah kitab manakib Syekh Abdul Qadair al-Jilani yang ditulis oleh Imam Ja‘far bin Hasan al-Barzanji. Kitab ini adalah kitab yang dekat dengan para pengamal tarekat dan pesantren-pesantren di Indonesia. Tujuan penulisan tesis ini pertama untuk mengkaji dan menganalisa kitab manakib al-Lujain al-Dānī. Tujuan kedua dari penulisan tesis ini adalah untuk mengkaji dan menganalisa pemikiran tasawuf al-Barzanji dalam kitab manakib al-Lujain al-Dānī serta relevansi pemikiran tersebut bagi umat Islam saat ini.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan kajian kepustakaan (Library Research) yaitu dengan cara meneliti, membaca dan memahami buku-buku dan sumber lainnya yang berkenaan dengan judul penelitian tersebut. Sumber utama penelitian ini adalah kitab manakib al-Lujain al-Dānī yang ditulis sendiri oleh al-Barzanji, dan buku yang masih berkaitan dengan pemikiran al-Barzanji. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir sufi, baik tafsir sufi naẓari maupun tafsir sufi isyāri.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kitab manakib al-Lujain al-Dānī merupakan bagian dari tradisi historiografi dalam Islam karena memiliki objek kajian yang sangat jelas yaitu aktifitas tokoh yang berpengaruh pada masa dan pada generasi setelahnya. Penulis manakib ini yaitu al-Barzanji adalah seorang sufi sunni yang bermazhab Syafi‘i. Ia lahir dan tumbuh dalam tradisi tasawuf dan keilmuan yang kuat. Riwayat-riwayat yang ada dalam kitab al-Lujain al-Dānī merupakan kurikulum pembelajaran para salik. Sedangkan doa yang ada dalam kitab ini menjadi media untuk ritual doa para salik dengan cara bertawasul.
Hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa ada lima poin pemikiran tasawuf al-Barzanji dalam kitab manakib al-Lujain al-Dānī yaitu: Pertama, struktur epistimolgi tasawuf al-Barzanji terdiri dari epistemologi bayani, burhani dan irfani. Kedua, integrasi antara syariat, tarekat dan hakikan. Ketiga, kewalian adalah anugerah yang diberikan kepada orang yang memenuhi syarat utama yaitu taat kepada Allah SWT, sedangkan karāmah merupakan bentuk penghargaan yang Allah berikan kepada wali. Keempat, siyasat al-muluk dengan dua nilai utama berupa politik anti kekerasan dan politik anti penzaliman terhadap harta masyarakat. Kelima, bahwa tajrīd dan asbāb memiliki kedudukan yang sama, tidak ada yang lebih utama, dan salah satu dari keduanya akan berbeda keutamaannya berdasarkan ruang dan waktu.
Relevansi pemikiran tasawuf al-Barzanji dalam kitab manakib al-Lujain al-Dānī untuk masa kini adalah: Pertama, untuk menumbuhkan Pendidikan non dikotomis, spiritualitas yang berbasis kuat pada syariat, menumbuhkan lingkungan yang kondusif lewat orang-orang yang saleh, peduli pada kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berpegang pada nilai-nilai yang luhur yang mengacu pada kemaslahatan, dan mendorong untuk berasbab atau berusaha dengan tetap berserah diri pada kuasa Tuhan, Allah SWT.

Keywords : Tasawuf, al-Barzanji, Manakib, Abdul Qadir, Tarekat.
Amin Handoyo - Personal Name
220141009 - Amin Handoyo
Tesis MIAI
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
180 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...