Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Analisis Cultural Intelligence (CQ) dengan Filosofi Huma Betang Pada Masyarakat Lokal di Kota Palangka Raya

Indonesia dengan keragaman budayanya, menghadirkan masyarakat multikultural. Di Kota Palangka Raya, terdapat 117 suku bangsa, dengan mayoritas suku Dayak. Penelitian ini mengkaji peran Filosofi Huma Betang dalam memperkuat Cultural Intelligence (CQ) masyarakat lokal di tengah perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara tidak terstruktur dan model etnografi untuk memahami budaya dan praktik masyarakat secara mendalam. penelitian ini menyoroti bahwa Filosofi Huma Betang memainkan peran sentral dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Dayak. Nilai-nilai seperti kebersamaan, gotong royong, penghargaan terhadap alam, dan musyawarah mufakat menjadi landasan kuat bagi masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti pengaruh budaya luar dan komersialisasi, implementasi Filosofi Huma Betang masih dapat memperkuat CQ masyarakat Dayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Filosofi Huma Betang mempengaruhi keempat dimensi CQ, yaitu Cognitive CQ, Metacognitive CQ, Motivational CQ, dan Behavioral CQ. Melalui praktik nilai-nilai tradisional, masyarakat Dayak dapat mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya lokal, refleksi diri, motivasi intrinsik, dan perilaku yang efektif dalam konteks budaya yang beragam. Kesimpulannya Filosofi Huma Betang memainkan peran penting dalam memperkuat CQ masyarakat Dayak. Implementasinya membantu mereka menghadapi perubahan sosial, menjaga identitas budaya, dan memperkuat CQ.

Kata Kunci : Cultural Intelligence (CQ), Filosofi Huma Betang, Masyarakat Lokal, Kota Palangka Raya, Perubahan Sosial
Daftar Pustaka: 41 (2001 - 2023)
Dharma Alkautsar Mahadika - 120107104
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
140 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...