Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Strategi Diplomasi Ekonomi Indonesia Dalam Menghindari Debt-Trap Diplomacy Tiongkok: Studi Kasus Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Periode Tahun 2015-2023)

Sejak Tiongkok menjalankan program Belt and Road Initiative (BRI) pada tahun 2013 yang menjadi salah satu bentuk diplomasi ekonomi, pemerintah Tiongkok di bawah kepemimpinan Xi Jinping saat ini terus berusaha memperbesar dan memperluas pengaruhnya di berbagai negara. Pengaruh yang dilakukan adalah dengan membangun jalur pasar global dengan menyediakan bantuan atau pinjaman dana untuk negara-negara berkembang yang masih membutuhkan modal yang cukup besar untuk pembangunan negaranya khususnya di bidang infrastruktur. Namun, inisiasi yang dilakukan oleh Tiongkok ini telah menyebabkan beberapa negara-negara penerima dana pinjaman berada pada kondisi debt-trap , yakni sebuah situasi dimana sebuah negara kesulitan untuk membayar utangnya kembali yang menyebabkan negara tersebut mau tidak mau harus memberikan konsesi untuk meringankan atau melunasi utangnya. Sehingga strategi diplomasi ekonomi Tiongkok ini banyak menimbulkan kekhawatiran termasuk negara Indonesia yang telah menerima banyak bantuan pinjaman salah satunya pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi Indonesia dalam menghindari debt-trap diplomacy Tiongkok melalui strategi diplomasi ekonomi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengumpulan data studi literatur.

Kata Kunci: Debt-trap , Tiongkok, Indonesia, Debt-trap Diplomacy, BRI, Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Syahnia Reskita Putri - Personal Name
119105071 - Syahnia Reskita Putri
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
xiii + 65 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...