Gambaran Pengelolaan Konflik Interpersonal Pasca Kematian Ayah Pada Individu Dewasa Muda
Peristiwa kematian ayah pasti berdampak terhadap seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan terlebih lagi terhadap anak pertama dalam sebuah keluarga yang secara tidak langsung memiliki tanggung jawab untuk membantu kekosongan peran dan tanggung jawab dari pasca peristiwa kematian tersebut. Sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya sebuah konflik interpersonal yang dialami oleh anak pertama terhadap individu-individu yang berinteraksi dengan subjek setiap harinya. Terjadinya konflik interpersonal tersebut membutuhkan pengelolaan konflik agar konflik yang terjadi tidak semakin membesar dan berdampak kepada aspek kehidupan lainnya. konflik adalah proses dimana mendorong pihak-pihak yang terlibat pada konflik tersebut untuk bekerja sama sehingga memberikan pendapat terhadap konflik yang sedang dialami sehingga dapat mencapai sebuah penyelesaian konflik dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Pasca kematian ayahnya subjek mengalami konflik interpersonal dengan antar individu dalam lingkup keluarga yaitu ibu dan adiknya serta konflik dengan rekan kerjanya karena memiliki tanggung jawab ganda terhadap keluarga dan pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran mengenai pengelolaan konflik interpersonal pasca kematian ayah pada individu dewasa muda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus, subjek penelitian adalah perempuan pada dewasa awal yang berusia 23 tahun, berinisial SZ, dengan teknik sampling Non-Probability Sampling yang peneliti gunakan adalah purposeful sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dengan metode semi terstruktur dengan satu subjek dan tiga informan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa SZ mengalami konflik dengan beberapa individu dalam lingkup pekerjaan dan konflik dengan ibu serta adiknya, subjek memiliki tipe pengelolaan konflik yang mengedepankan dimensi kooperatif dimana dalam penyelesaian konfliknya subjek mengedepankan kepuasan individu lain sehingga SZ berharap tidak akan terjadi konflik di kemudian hari karena rasa puas dalam penyelesaian konflik yang mengedepankan proses diskusi. Kemudian subjek juga memiliki tipe pengelolaan konflik kompromi dimana subjek melakukan sesi diskusi dan menjelaskan pro dan kontra dalam solusi yang akan digunakan pada konflik tersebut.
Kata kunci: Tipe Pengelolaan konflik, Konflik Interpersonal, Peristiwa Kematian Ayah
Daftar Pustaka: 28 (2013 - 2024)
Kata kunci: Tipe Pengelolaan konflik, Konflik Interpersonal, Peristiwa Kematian Ayah
Daftar Pustaka: 28 (2013 - 2024)
Devy Gladia Dicsy - Personal Name
119107017 - Devy Gladia Dicsy
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2024
Jakarta
307 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...