Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Bagaimana Gerakan Masyarakat Jaringan Menggunakan Media sosial Sebagai Sarana Membangun Diskursus Ruang Publik deliberatif: Membaca Gerakan BEM SI Melalui Hasil SNA DRONEEMPRIT

Pada 11 April 2022 aliansi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara dan Kompleks Gedung DPR/MPR. Para Mahasiswa menuntut agar Presiden Joko Widodo memberikan sikap tegas menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode dan penundaan pemilu. Aksi demonstrasi berawal dari perang tagar #MahasiswaBergerak vs #SayaBersamaJokowi pada 9-10 April 2022. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan berfokus pada penelitian non-interaktif yaitu penelitian perpustakaan. BEM SI pada beberapa kesempatan memanfaatkan media sosial untuk mengkritik berbagai kebijakan pemerintah. Kritikan yang dilakukan melalui media sosial pada akhirnya terwujud dalam aksi demonstrasi di lapangan. Castells menilai bahwa gerakan sosial zaman sekarang dengan memanfaatkan berbagai kanal media sosial merupakan bagian dari network society, namun demikian apakah gerakan sosial tersebut mampu membawa perubahan pada kebijakan publik pemerintah? Penelitian ini memperlihatkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam membangun deliberasi ruang publik virtual. BEM SI berhasil memanfaatkan media sosial untuk melakukan perlawanan terhadap rezim penguasa, dan pada akhirnya Presiden Joko Widodo memberikan sikap resmi menolak wacana penundaan pemilu dan isu presiden 3 periode.

Kata Kunci: BEM SI, #MahasiswaBergerak, Masyarakat Jaringan, Public Sphere, Demokrasi Deliberasi, Presiden Joko Widodo, Pemilu, Presiden 3 Periode, Media Sosial.
Albertus Rhangga - Personal Name
221122040 - Albertus Rhangga
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2023
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...