Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Analisis Framing Pemberitaan Tragedi Sepak Bola di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Laporan Utama Majalah Tempo Edisi 10-16 Oktober 2022

Media massa adalah sebuah sarana penyebaran informasi ke khalayak luas. Informasi yang disebarkan melalui media massa merupakan sebuah realitas sosial yang telah dipilih dan dikonstruksi ulang dalam sebuah berita. Salah satunya, yaitu berita tentang kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober 2022 lalu pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya. Berbagai hal yang terjadi pada tragedi tersebut disajikan melalui berita oleh media massa yang merupakan hasil konstruksi realitas sosial. Realitas yang ada melewati berbagai proses yang sifatnya subjektif, sehingga media dapat mengembangkan bingkai tertentu. Pada tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, media massa akan melakukan pemberitaan dari sudut pandang dan kepentingan masing-masing. Majalah Tempo merupakan salah satu media massa yang ikut memberitakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana majalah Tempo melakukan pemberitaan tentang tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang pada laporan utama edisi 10-16 Oktober 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang memiliki sifat
deskriptif dengan pendekatan konstruktivis. Teknik analisis yang digunakan, yaitu teknik analisis framing model Robert N. Entman. Objek penelitian diambil dari laporan utama majalah Tempo edisi 10-16 Oktober 2022 sebanyak 6 berita. Dengan menggunakan model analisis framing model Robert N. Entman, setiap berita diteliti menggunakan empat perangkat unit analisis yang terdiri atas definisi masalah, mengidentifikasi penyebab masalah, melakukan keputusan moral, dan saran penyelesaian masalah. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa majalah Tempo lebih menonjolkan gas air mata yang ditembakan oleh polisi ke tribun penonton sebagai awal dari tragedi yang terjadi. Hal ini terlihat dari narasi yang digunakan majalah Tempo cenderung menyudutkan pihak kepolisian tanpa menghadirkan narasumber dari penonton yang turun ke lapangan sebelum terjadinya penembakan gas air mata. Dalam menuliskan berita, sebaiknya majalah Tempo tidak terlalu menunjukan keberpihakan pada salah satu sisi dan menyudutkan sisi yang lain.

Kata Kunci: Analisis Framing, Kanjuruhan, Majalah Tempo
Daftar pustaka: (23 buku, 7 online) (2002-2023)
Aidha Sahla Adiwidya - Personal Name
120206027 - Aidha Sahla Adiwidya
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2023
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...