Studi Pemikiran Abu Hamid Muhammad Ibn Muhammad Al-Ghazali (1058-1111) Tentang Pendidikan dan Kurikulum Serta Relevansinya Bagi Konsep Merdeka Belajar
Judul skripsi ini adalah Studi Pemikiran Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad alGhazali tentang Pendidikan dan Kurikulum, serta Relevansinya bagi Konsep Merdeka Belajar. Judul ini dipilih dengan tujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang hakikat pendidikan dan konsep kurikulum pendidikan dalam pemikiran al-Ghazali, serta bagaimana relevansinya dengan konsep Merdeka Belajar. Penulisan skripsi ini membahas tentang hakikat pendidikan dan konsep kurikulum pendidikan dari sudut pandang pemikiran al-Ghazali, serta relevansinya bagi konsep Merdeka Belajar yang berlaku saat ini di Indonesia.
Skripsi ini mencoba merumuskan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana relevansi hakikat pendidikan dan konsep kurikulum pendidikan dalam pemikiran al-Ghazali bagi konsep Merdeka Belajar. Epistemologi pendidikan, baik dari kacamata Islam maupun dari perspektif Merdeka Belajar menjadi sangat penting untuk dikaji karena keduanya menggunakan landasan teoritis ilmiah dan sejarah, sehingga bisa dipahami relevansinya dalam upaya menyelaraskan penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam hal pendidikan agama dan akhlak bagi sekolah-sekolah Islam di Indonesia. Penelitian skripsi ini dilakukan dengan pendekatan filsafat yang menggunakan metode deskriptif analitis dan deskriptif kritis. Jenis penelitian skripsi adalah penelitian kualitatif dengan metode library
research dalam proses pengumpulan datanya.
Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali adalah seorang filsuf dan teolog, sekaligus guru yang sangat berpengaruh dalam dunia pemikiran Islam hingga hari ini. Secara garis besar, al-Ghazali mendefinisikan pendidikan sebagai proses memelihara dan/atau mengembalikan manusia pada fitrah kemanusiaannya. Dengan kata lain, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Meskipun istilah kurikulum pendidikan belum dikenal pada masa beliau hidup dan berkiprah, namun dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin beliau banyak membahas tentang prinsip-prinsip penyusunan kurikulum agar proses kegiatan belajarmengajar dapat berjalan lancar dan mencapai tujuannya.
Dari hasil penelitian penulis, baik nilai-nilai pendidikan dalam pemikiran al-Ghazali maupun dalam Konsep Merdeka Belajar, keduanya bersifat universal yang meletakkan manusia sebagai subyek sekaligus obyek, atau sebagai pelaku sekaligus tujuan dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Prinsip-prinsip adab antara guru dan murid, serta penyucian hati yang menjadi konsep pokok pemikiran kurikulum pendidikan al-Ghazali senada dengan konsep Merdeka Belajar yang berangkat dari model pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang meyakini bahwa tauladan guru kepada murid dan masyarakat merupakan modal utama dan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kata kunci: Pendidikan, Adab, Fitrah, Kurikulum, Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka.
Skripsi ini mencoba merumuskan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana relevansi hakikat pendidikan dan konsep kurikulum pendidikan dalam pemikiran al-Ghazali bagi konsep Merdeka Belajar. Epistemologi pendidikan, baik dari kacamata Islam maupun dari perspektif Merdeka Belajar menjadi sangat penting untuk dikaji karena keduanya menggunakan landasan teoritis ilmiah dan sejarah, sehingga bisa dipahami relevansinya dalam upaya menyelaraskan penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam hal pendidikan agama dan akhlak bagi sekolah-sekolah Islam di Indonesia. Penelitian skripsi ini dilakukan dengan pendekatan filsafat yang menggunakan metode deskriptif analitis dan deskriptif kritis. Jenis penelitian skripsi adalah penelitian kualitatif dengan metode library
research dalam proses pengumpulan datanya.
Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali adalah seorang filsuf dan teolog, sekaligus guru yang sangat berpengaruh dalam dunia pemikiran Islam hingga hari ini. Secara garis besar, al-Ghazali mendefinisikan pendidikan sebagai proses memelihara dan/atau mengembalikan manusia pada fitrah kemanusiaannya. Dengan kata lain, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Meskipun istilah kurikulum pendidikan belum dikenal pada masa beliau hidup dan berkiprah, namun dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin beliau banyak membahas tentang prinsip-prinsip penyusunan kurikulum agar proses kegiatan belajarmengajar dapat berjalan lancar dan mencapai tujuannya.
Dari hasil penelitian penulis, baik nilai-nilai pendidikan dalam pemikiran al-Ghazali maupun dalam Konsep Merdeka Belajar, keduanya bersifat universal yang meletakkan manusia sebagai subyek sekaligus obyek, atau sebagai pelaku sekaligus tujuan dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Prinsip-prinsip adab antara guru dan murid, serta penyucian hati yang menjadi konsep pokok pemikiran kurikulum pendidikan al-Ghazali senada dengan konsep Merdeka Belajar yang berangkat dari model pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang meyakini bahwa tauladan guru kepada murid dan masyarakat merupakan modal utama dan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kata kunci: Pendidikan, Adab, Fitrah, Kurikulum, Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka.
Mayasintha Fransiska - Personal Name
121104013 - Mayasintha Fransiska
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2023
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...