Kerjasama Indonesia Pada Program Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation, Plus Conservation Dengan Norwegia pada Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Barat dan Papua (2011-2021)
Tulisan ini bertujuan untuk menemukan jawaban atas peran program REDD+ dalam menjaga hutan Indonesia dan bagaimana REDD+ dilaksanakan. Kerjasama ini dijalin atas keinginan kedua negara yaitu Indonesia dan Norwegia yang sudah berjalan sejak Letter of Intent ditandatangani pada tahun 2010. Satu dekade berjalan REDD+ tampak tidak memberikan perubahan signifikan pada masalah deforestasi dan regulasi konservasi di Indonesia, bahkan cenderung memperparah upaya konservasi hutan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif, dengan metode penelitian yang terdiri dari teori perumusan, deskriptif, dan penggunaan studi kasus dalam metode penelitian yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel, laporan dan sumber-sumber lain dari internet. Hasil dari tulisian ini menemukan bahwa program REDD+ berjalan dengan lambat, tidak transparan, tidak merata dan cenderung hanya dijalankan oleh beberapa pihak seperti pemerintah dan swasta. Tulisan ini mengukur efektivitas Program REDD+ dengan menggunakan Teori Efektivitas Rezim dan melihat REDD+ dari pandangan Green Politic Theory apakah program ini mampu mengajak negara untuk bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan yang dihasilkan dari aktifitas negara dan melihat kembali apakah REDD+ sudah merupakan mekanisme yang dapat memberikan solusi dari deforestasi.
Kata Kunci: Indonesia, Norwegia, Perubahan Iklim, REDD+, UNFCCC
Kata Kunci: Indonesia, Norwegia, Perubahan Iklim, REDD+, UNFCCC
Chairul Fatoni Rahman Bongso - Personal Name
213191081 - Chairul Fatoni Rahman Bongso
TESIS PGSD
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2022
Jakarta
x + 105
LOADING LIST...
LOADING LIST...