Analisis Difusi Inovasi Layanan MyBill Pada PT DHL Express Indonesia
PT DHL Express Indonesia mulai mengembangkan sistem komunikasi digital dalam pem-billing-an yang diberi nama MyBill. MyBill adalah layanan penagihan elektronik yang menggantikan pengiriman pos dan faks. MyBill memungkinkan pelanggan untuk menikmati layanan pembayaran rekening yang akurat, cepat dan efisien. Melalui MyBill, pelanggan dapat melihat dan mengelola dokumen keuangan secara daring tidak hanya melalui DHL Express, tetapi juga melalui perusahaan lain dalam rantai pasokan keuangan pelanggan. Selain itu, memudahkan mengelola semua faktur untuk pengiriman ekspres pelanggan. Faktur pelanggan diproses dengan cepat, aman, dan tanpa kertas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis difusi inovasi pada layanan MyBill di kalangan pelanggan DHL Ekspress Indonesia. Inovasi yang ditawarkan oleh DHL Ekspress Indonesia mengenai pembilingan adalah MyBill. MyBill diciptakan untuk memberikan keunggulan dalam hal pembilingan. Keunggulan yang dimaksud adalah “excellence delivered in a sustainable way” atau keunggulan diberikan dengan cara berkelanjutan. Sustainability atau berkelanjutan yang dimaksud adalah teknologi berkelanjutan yakni mengunakan teknologi inovatif.
Dalam menganalisis permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan teori difusi inovasi melalui atribut inovasi, social Network, communication channels, dan time yang terinternalisasi pada layanan MyBill di kalangan pelanggan DHL Ekspress Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawacanra dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis melalui teknik keabsahan triangulasi sumber data dan disajikan dengan merelevansikan dengan teori yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa difusi inovasi melalui atribut inovasi, social network, communication channels, and time sudah terinternalisasi pada layanan Mybill di kalangan pelanggan DHL Ekspress Indonesia. Faktor utama yang mempercepat adopsi meliputi:MyBill mudah dipoerasikan, dapat menghemat uang dan waktu, dapat mengetahui dan mengontrol tagihan secara realtime, gratis, keamanan terjamin, fasilitas umpan balik memberikan kepuasan pada pelanggan, dan memiliki sistem UAT (User Acceptance Testing). Sementara faktor utama penghambat adopsi inovasi adalah jangkauan internet belum merata di Indonesia dan belum dapat mengakomodir perhitungan pajak pph 23 mengikuti perubahan regulasi pajak baru yang terbit di Indonesia.
Kata Kunci : Difusi Inovasi, Social Network, Communication Channels, Time, Penagihan
Penelitian ini bertujuan menganalisis difusi inovasi pada layanan MyBill di kalangan pelanggan DHL Ekspress Indonesia. Inovasi yang ditawarkan oleh DHL Ekspress Indonesia mengenai pembilingan adalah MyBill. MyBill diciptakan untuk memberikan keunggulan dalam hal pembilingan. Keunggulan yang dimaksud adalah “excellence delivered in a sustainable way” atau keunggulan diberikan dengan cara berkelanjutan. Sustainability atau berkelanjutan yang dimaksud adalah teknologi berkelanjutan yakni mengunakan teknologi inovatif.
Dalam menganalisis permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan teori difusi inovasi melalui atribut inovasi, social Network, communication channels, dan time yang terinternalisasi pada layanan MyBill di kalangan pelanggan DHL Ekspress Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawacanra dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis melalui teknik keabsahan triangulasi sumber data dan disajikan dengan merelevansikan dengan teori yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa difusi inovasi melalui atribut inovasi, social network, communication channels, and time sudah terinternalisasi pada layanan Mybill di kalangan pelanggan DHL Ekspress Indonesia. Faktor utama yang mempercepat adopsi meliputi:MyBill mudah dipoerasikan, dapat menghemat uang dan waktu, dapat mengetahui dan mengontrol tagihan secara realtime, gratis, keamanan terjamin, fasilitas umpan balik memberikan kepuasan pada pelanggan, dan memiliki sistem UAT (User Acceptance Testing). Sementara faktor utama penghambat adopsi inovasi adalah jangkauan internet belum merata di Indonesia dan belum dapat mengakomodir perhitungan pajak pph 23 mengikuti perubahan regulasi pajak baru yang terbit di Indonesia.
Kata Kunci : Difusi Inovasi, Social Network, Communication Channels, Time, Penagihan
Syrlia Selmi - Personal Name
220121020 - Syrlia Selmi
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2022
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...